Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Kasus TBC Tinggi, Dinkes Lamongan Gencarkan Screening

Penulis : Defit Budiamsyah - Editor : A Yahya

10 - Feb - 2026, 12:28

Placeholder
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati

JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan upaya eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC), yang sejalan dengan program nasional pengeliminasian TBC sesuai arahan Presiden Prabowo. Salah satu langkah strategis yang digencarkan adalah pelaksanaan screening TBC secara masif dan berkelanjutan di masyarakat. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati, mengatakan bahwa tahap awal dilakukan melalui screening mandiri oleh masyarakat, baik melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pengisian E-Tibi.

Baca Juga : Pengurus IMI Kota Blitar Dilantik, Wali Kota Mas Ibin Dorong Ekonomi Kreatif Otomotif dan Sport Tourism

“Harapannya masyarakat bisa melakukan screening  secara mandiri. Jika dari screening awal terdapat jawaban yang mengarah pada gejala TBC, maka akan kami lanjutkan dengan skrining sekunder,” ujarnya, Selasa, (10/2/ 2026).

Lebih lanjut, Yany menjelaskan pada screening  sekunder tersebut, Dinas Kesehatan Lamongan akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan dahak, liur, hingga foto rontgen.  “Insya Allah tahun ini kami dibantu pemerintahan pusat untuk pemeriksaan dahak, pemeriksaan liur, dan pemeriksaan foto rontgen,” katanya.

Yany memaparkan, sejumlah gejala TBC yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, keringat malam tanpa aktivitas, demam yang berulang, penurunan berat badan, sesak napas, serta nyeri dada.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lamongan, jumlah kasus TBC di Lamongan pada tahun 2025 tercatat sekitar 3.600 orang. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena TBC masih menjadi penyakit menular yang berdampak luas pada kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Lamongan mengimbau seluruh masyarakat untuk aktif mengikuti screening TBC. Kelompok berisiko tinggi, seperti perokok, menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan screening. “Beberapa waktu terakhir, perokok merupakan kelompok yang kami utamakan untuk screening TBC,” jelasnya.

Baca Juga : WhatsApp Beta 2.26.6.1 Bawa Fitur Premium Baru, Pengguna Bisa Ganti Tema dan Ikon Aplikasi?

Selain pemeriksaan kesehatan, faktor lingkungan dan kondisi gizi masyarakat juga turut berpengaruh terhadap risiko penularan TBC. Menurut Yany, kebersihan lingkungan memang penting, namun pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat.

"Melalui upaya terpadu ini, Dinas Kesehatan Lamongan berharap program eliminasi TBC dapat berjalan optimal dan mendukung target nasional pengendalian TBC," tandasnya.


Topik

Kesehatan tbc lamongan kabupaten lamongan dinkes kabupaten lamongan Yany Khoirurakhmawati



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Defit Budiamsyah

Editor

A Yahya

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan