Cegah Lonjakan DBD, Pemkot Batu Intensifkan PSN dan Gerakan 3M Plus

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

16 - Feb - 2026, 10:57

Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiyah saat mengecek kondisi air di dalam bak menggunakan senter di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Memasuki awal tahun 2026, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Batu masih ditemukan dengan 14 kasus tercatat hingga Januari. Menyikapi hal tersebut, Pemkot Batu bergerak cepat dengan melakukan pemberantasan sarang myamuk (PSN) serentak di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Kegiatan tersebut langsung dipimpin Wali Kota Batu Nurochman bersama Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiyah. Langkah ink sebagai upaya memperkuat pencegahan dan mencegah lonjakan kasus di musim penghujan. Kegiatan ini melibatkan perangkat daerah, petugas kesehatan, serta masyarakat setempat, Senin (16/2/2026).

Baca Juga : Chess Day 2026 with dr Gamal Jadi Wadah Lahirkan Bibit Unggul Pecatur

Dalam kegiatan tersebut, Nurochman mengingatkan bahwa keberhasilan menekan angka DBD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh warga melalui penerapan gerakan 3M plus (menguras, menutup, mendaur ulang) secara konsisten. “Meski angka kasus sudah menurun, kita tidak boleh lengah. Pencegahan harus terus dilakukan,” ucap pria yang akrab disapa Cak Nur ini.

“Gerakan PSN ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing,” imbuh Cak Nur.

Ia menegaskan, langkah sederhana seperti menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan kembali barang bekas, terbukti efektif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. Sehingga pentingnua kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan.

“Kita harus memperkuat kewaspadaan sejak dini. Jangan menunggu kasus meningkat baru bergerak. Justru saat kasus rendah seperti sekarang, upaya pencegahan harus lebih digencarkan,” tegas Cak Nur.

Selain memantau langsung pelaksanaan PSN, Cak Nur juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah warga yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lansia, balita stunting, dan warga dengan penyakit kronis. Ia memastikan mereka mendapatkan pendampingan serta pelayanan kesehatan yang memadai.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Batu juga menyerahkan bantuan perlengkapan PSN kepada para ketua RW sebagai bentuk dukungan agar gerakan pemberantasan sarang nyamuk dapat berjalan berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga : Jangan Asal Minum Manis Saat Berbuka, Ini Strategi Cegah Gula Darah Melonjak

Pemkot Batu berharap keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama menjaga tren penurunan kasus DBD, sekaligus melindungi warga dari risiko penularan di masa mendatang.

Untuk diketahui, data Dinas Kesehatan Kota Batu menunjukkan, kasus DBD sempat melonjak pada 2024 dengan 444 kasus, jauh lebih tinggi dibanding 2023 yang mencatat 129 kasus. Pada 2025, jumlahnya turun signifikan menjadi sekitar 159 kasus.

“Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa potensi peningkatan kasus tetap ada, terutama saat musim hujan,” tutup Cak Nur.