Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

7 Tanda Stres Berat yang Terlihat dari Pola Tidur, Tubuh Sering Kirim Sinyal Diam-Diam

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

14 - Feb - 2026, 19:42

Placeholder
Ilustrasi sedang tidur. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Banyak orang baru menyadari dirinya stres ketika tubuh sudah benar-benar kelelahan. Padahal, sebelum itu terjadi, tubuh biasanya sudah memberi tanda lebih dulu terutama saat malam hari. 

Pola tidur yang berubah bisa menjadi indikator paling jujur bahwa kondisi mental dan emosional sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga : Jaga Daya Beli Warga Saat Puasa, Pemkot Malang Perbanyak Gerakan Pangan Murah saat Ramadan

Dilansir dari Buoy Health dan BeHealFit, gangguan tidur sering l menjadi sinyal awal stres berat yang kerap diabaikan. Karena itu, penting untuk memahami perubahan kecil yang terjadi saat tidur.

Berikut tujuh tanda stres berat yang bisa terbaca melalui sinyal tubuh saat tidur.

1. Sulit Tidur meski Badan Sangat Lelah

Kamu merasa sangat capek setelah beraktivitas seharian. Tubuh ingin segera beristirahat, tetapi ketika sudah di kasur dan lampu dimatikan, mata justru sulit terpejam. Pikiran terasa penuh, jantung berdebar lebih cepat, dan muncul rasa gelisah tanpa alasan jelas.

Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan hormon stres, seperti kortisol, yang seharusnya menurun di malam hari. Saat stres tinggi, hormon tersebut tetap aktif sehingga tubuh belum benar-benar siap masuk ke fase istirahat. Akibatnya, badan lelah tetapi pikiran tetap terjaga.

2. Sering Terbangun di Tengah Malam

Tidur terasa tidak nyenyak karena kamu mudah terbangun, bahkan tanpa suara bising atau mimpi buruk. Setelah terbangun, tubuh terasa siaga dan sulit kembali tertidur.

Hal ini terjadi karena sistem saraf masih berada dalam mode waspada atau fight or flight. Stres membuat tubuh sulit benar-benar rileks, sehingga tidur menjadi dangkal dan mudah terputus. Jika terjadi berulang, kualitas tidur akan menurun dan proses pemulihan tubuh pun terganggu.

3. Mimpi Buruk atau Mimpi Terasa Sangat Intens

Mimpi sering menjadi “ruang” bagi otak untuk memproses emosi. Saat sedang mengalami tekanan mental, mimpi bisa terasa lebih intens, menegangkan, bahkan berulang. Misalnya mimpi dikejar, jatuh dari ketinggian, terlambat datang ke suatu tempat, atau situasi yang memicu rasa cemas.

Menurut sumber yang sama, mimpi yang penuh tekanan bisa menjadi tanda bahwa otak masih berusaha menyelesaikan emosi yang tertahan. Jika kamu sering bangun dengan perasaan cemas, sedih, atau lelah setelah bermimpi, itu bisa menjadi sinyal stres berat yang tidak disadari.

4. Menggertakkan Gigi saat Tidur

Banyak orang tidak menyadari kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism) saat tidur. Biasanya baru terasa ketika bangun dengan rahang kaku, sakit kepala, atau nyeri di sekitar wajah dan leher.

Stres dan kecemasan sering memicu ketegangan otot tanpa sadar, termasuk di area rahang. Ketika emosi tidak tersalurkan di siang hari, tubuh bisa “meluapkannya” melalui ketegangan fisik saat tidur. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu gangguan pada sendi rahang dan kualitas tidur yang semakin buruk.

Baca Juga : Kenapa Imlek Sering Turun Hujan di Indonesia? Ini Penjelasan Ilmiah dan Makna di Baliknya

5. Bangun dengan Badan Pegal dan Otot Tegang

Tidur seharusnya membuat tubuh terasa lebih ringan. Namun jika kamu justru bangun dengan bahu kaku, leher tegang, atau punggung terasa nyeri, bisa jadi itu bukan sekadar salah posisi tidur.

Stres berkepanjangan membuat otot sulit benar-benar rileks. Sepanjang malam, tubuh tetap dalam kondisi tegang sehingga proses pemulihan tidak berjalan optimal. Akibatnya, meski sudah tidur cukup lama, tubuh tetap terasa lelah.

6. Bangun Terlalu Pagi Disertai Rasa Cemas

Bangun sebelum alarm berbunyi dan langsung merasa gelisah atau memikirkan banyak hal juga bisa menjadi tanda stres berat. Kondisi ini berkaitan dengan lonjakan hormon kortisol yang muncul terlalu cepat di pagi hari.

Tubuh langsung masuk ke mode siaga, seolah-olah menghadapi ancaman, padahal aktivitas belum dimulai. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa membuat energi cepat habis bahkan sebelum hari benar-benar berjalan.

7. Tidur Cukup, tapi Tetap Tidak Segar

Kamu sudah tidur 7–8 jam, tetapi tetap merasa lesu, sulit fokus, dan mudah lelah. Ini menandakan kualitas tidur terganggu, meskipun durasinya terlihat cukup.

Stres membuat tubuh sulit mencapai fase tidur dalam (deep sleep) yang berfungsi memperbaiki sel dan menyeimbangkan hormon. Tanpa fase ini, tubuh tidak benar-benar pulih. Inilah sebabnya kamu bisa merasa “capek terus” tanpa tahu penyebab pastinya.

Jangan Abaikan Sinyal dari Tubuh

Tubuh selalu berusaha berkomunikasi, termasuk lewat pola tidur. Perubahan kecil seperti sulit tidur, mimpi buruk, atau bangun dengan rasa cemas bisa menjadi tanda bahwa tekanan mental sudah cukup berat.

Memahami tanda stres berat melalui sinyal tubuh saat tidur membantu kamu lebih peka terhadap kondisi diri sendiri. Jika gangguan tidur berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional agar kesehatan mental dan fisik tetap terjaga.


Topik

Kesehatan Stres tanda stres dari tidur tidur tubuh stres



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy