Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Efisiensi 2026, Disporapar Kota Malang Putar Otak: Fokus Jaga Layanan dan 1.000 Event

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

13 - Jan - 2026, 15:17

Placeholder
Event menjadi salah satu andalan Kota Malang dalam meningkatkan perputaran perekonomian.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Efisiensi anggaran yang terjadi pada 2026 membuat Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang harus memutar strategi. Alih-alih melakukan proyek besar, Disporapar memilih fokus mempertahankan layanan dasar di sektor olahraga, kepemudaan, hingga ekonomi kreatif.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menegaskan bahwa pada 2026 tidak ada paket pekerjaan fisik berskala besar seperti renovasi atau perbaikan konstruksi fasilitas olahraga. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas efisiensi belanja daerah.

Baca Juga : BTN dan KPR Gen Z : Ketika Digitalisasi Jadi Alat Inklusi Hunian

“Prioritas kami di 2026 adalah menjaga layanan fasilitasi olahraga, kepemudaan, dan ekonomi kreatif. Tidak ada paket-paket perbaikan konstruksi. Kami fokus pada pemeliharaan ringan, seperti menjaga kebersihan stadion dan lapangan sarana olahraga,” ujar Baihaqi.

Menurutnya, anggaran Disporapar 2026 juga tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, pada 2025 terdapat agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang otomatis menyedot anggaran cukup besar.

“Kalau dibandingkan tahun 2025 tidak apple to apple. Tahun lalu ada Porprov, itu momentumnya berbeda jauh. Di 2026 ini sudah tidak ada lagi pemeliharaan besar seperti saat Porprov, tinggal menjaga kebersihannya saja,” jelasnya.

Meski tanpa renovasi, Disporapar tetap memastikan fasilitas olahraga layak digunakan. Baihaqi mencontohkan GOR Ken Arok yang dijadwalkan menjadi venue Proliga pada Februari 2026 mendatang.

“Kemarin saya pantau langsung, ada atap yang bocor. Itu kita perbaiki supaya saat digunakan dan hujan turun tidak bocor lagi,” imbuhnya.

Di sektor pariwisata, strategi serupa juga diterapkan. Mengingat sebagian besar destinasi wisata di Kota Malang dikelola pihak swasta melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Disporapar menitikberatkan pada pembinaan dan penguatan tata kelola.

“Kami terus melakukan pembinaan terhadap pengelola destinasi wisata, khususnya Pokdarwis, agar pelayanan kepada wisatawan tetap optimal,” kata Baihaqi.

Baca Juga : Bibit Siklon 91W Kepung Indonesia, BMKG Tetapkan 6 Provinsi Siaga Hujan Sangat Lebat

Disporapar juga terus memperkuat kampung tematik yang telah eksis, sekaligus mendampingi kampung yang sedang tumbuh. Salah satunya Kampung Wonokoyo yang dinilai memiliki semangat besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata baru.

“Yang benar-benar eksis kita kuatkan, yang sedang tumbuh kita dampingi. Di Wonokoyo misalnya, Pokdarwisnya sedang semangat-semangatnya, kita dampingi supaya minimal bisa menjadi tujuan wisata di Kota Malang,” ungkapnya.

Sementara terkait program 1.000 event, Baihaqi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Peran Disporapar lebih pada fasilitasi, pembinaan, hingga dukungan perizinan dan rekomendasi.

“Seribu event itu tidak harus dari APBD. Kalau ada event di masyarakat yang berkoordinasi dengan kami, akan kita fasilitasi pembinaan, perizinan, maupun rekomendasinya,” pungkas Baihaqi.


Topik

Pemerintahan disporapar kota malang 1000 event layanan dasar pemkot malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana