Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Kapan Boleh Puasa Lagi Setelah Iduladha 2026? Ini Jadwal dan Penjelasan Hari Tasyrik

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

29 - May - 2026, 19:02

Placeholder
Ilustrasi puasa. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Setelah menjalani puasa Arafah dan merayakan Hari Raya Iduladha, sebagian umat Islam mulai bertanya kapan kembali diperbolehkan berpuasa. Pertanyaan ini cukup sering muncul setiap bulan Dzulhijjah karena setelah Iduladha terdapat hari tasyrik yang diharamkan untuk menjalankan puasa.

Banyak orang yang belum memahami bahwa larangan puasa setelah Iduladha bukan tanpa alasan. Dalam Islam, hari-hari tersebut justru menjadi momen untuk menikmati nikmat Allah SWT, memperbanyak dzikir, serta mempererat kebersamaan dengan keluarga dan masyarakat sekitar.

Baca Juga : Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Sine, Ini Ciri-cirinya

Karena itu, penting bagi umat Muslim mengetahui kapan waktu yang diperbolehkan untuk kembali menjalankan puasa setelah Iduladha agar ibadah tetap sesuai syariat.

Kapan Mulai Boleh Puasa Lagi Setelah Iduladha?

Dalam kalender Hijriah, hari tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah Hari Raya Iduladha, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Artinya, umat Islam baru diperbolehkan menjalankan puasa kembali mulai tanggal 14 Dzulhijjah setelah seluruh rangkaian hari tasyrik selesai.

Jika mengacu kalender Hijriah 2026 di Indonesia, Hari Raya Iduladha diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Dengan demikian, jadwal hari tasyrik adalah sebagai berikut:

• 11 Dzulhijjah: Kamis, 28 Mei 2026

• 12 Dzulhijjah: Jumat, 29 Mei 2026

• 13 Dzulhijjah: Sabtu, 30 Mei 2026

Dari jadwal tersebut, umat Muslim baru dapat kembali menjalankan puasa sunnah maupun puasa lainnya mulai Minggu, 31 Mei 2026.

Puasa yang dapat kembali dilakukan setelah hari tasyrik antara lain puasa Senin-Kamis, puasa qadha Ramadan, puasa Daud, maupun puasa sunnah lainnya.

Larangan Puasa Saat Hari Tasyrik

Larangan berpuasa pada hari tasyrik didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim:

“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa hari tasyrik bukan waktu untuk menahan makan dan minum seperti saat menjalankan ibadah puasa.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menyebut hari Arafah, Hari Raya Iduladha, dan hari tasyrik sebagai hari raya umat Islam. Karena itulah mayoritas ulama sepakat bahwa puasa pada hari tasyrik hukumnya haram bagi kebanyakan umat Muslim.

Namun terdapat pengecualian dalam kondisi tertentu, misalnya bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan hadyu dalam pelaksanaan ibadah hajinya.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Menurut penjelasan NU Online Lampung, hari tasyrik adalah tiga hari setelah hari nahar atau Hari Raya Iduladha. Pada masa tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir dan menikmati hidangan dari hewan kurban.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa istilah “tasyrik” berasal dari kata Arab “syarraqa” yang berkaitan dengan aktivitas menjemur sesuatu di bawah sinar matahari.

Pada masa lampau, daging kurban biasanya diawetkan dengan cara dijemur agar bisa bertahan lebih lama. Tradisi menjemur daging inilah yang kemudian menjadi asal-usul penamaan hari tasyrik.

Karena berkaitan erat dengan pembagian dan pengolahan daging kurban, hari tasyrik juga identik dengan suasana kebersamaan dan rasa syukur di tengah masyarakat.

Mengapa Hari Tasyrik Tidak Boleh Digunakan untuk Puasa?

Ada beberapa alasan mengapa umat Islam dilarang berpuasa saat hari tasyrik, di antaranya:

1. Hari Tasyrik Masih Bagian dari Hari Raya

Hari tasyrik masih termasuk rangkaian perayaan Iduladha. Dalam Islam, hari raya merupakan waktu bergembira dan bersyukur atas nikmat Allah SWT.

2. Umat Islam Dianjurkan Menikmati Hidangan Kurban

Baca Juga : Tim PkM Dosen Statistika UB Dorong Kapasitas Guru SD Lamongan Hadapi Tantangan Digitalisasi Data Pendidikan

Pada hari tasyrik, umat Islam dianjurkan menikmati makanan, terutama hidangan daging kurban yang telah dibagikan kepada keluarga dan masyarakat.

3. Waktu untuk Memperbanyak Dzikir

Hari tasyrik juga menjadi waktu memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan berbagai dzikir lainnya sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

4. Menjadi Momentum Kebersamaan

Iduladha dan hari tasyrik identik dengan kebersamaan, mulai dari makan bersama keluarga hingga berbagi rezeki kepada sesama.

Karena itu, Islam mendorong umat Muslim menikmati hari-hari tersebut dengan penuh rasa syukur, bukan dengan menahan diri dari makan dan minum.

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik

Meski tidak diperbolehkan berpuasa, ada banyak amalan yang dianjurkan selama hari tasyrik, di antaranya:

• Memperbanyak Takbir dan Dzikir

Umat Islam dianjurkan terus melantunkan takbir setelah salat fardu selama hari tasyrik berlangsung.

• Bersedekah dan Berbagi Makanan

Hari tasyrik menjadi momen yang baik untuk berbagi hidangan kurban kepada tetangga, kerabat, dan masyarakat yang membutuhkan.

• Menjaga Silaturahmi

Suasana Iduladha juga dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga dan sesama Muslim.

• Mensyukuri Nikmat Allah SWT

Hari tasyrik mengajarkan umat Islam untuk menikmati nikmat Allah SWT secara seimbang dan penuh rasa syukur.

Larangan puasa pada hari tasyrik memiliki hikmah besar dalam kehidupan umat Islam. Selain menjadi waktu bersyukur atas nikmat Allah SWT, hari tasyrik juga mengajarkan pentingnya berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Islam tidak hanya mengajarkan ibadah spiritual, tetapi juga keseimbangan dalam menikmati rezeki yang telah diberikan Allah SWT. Karena itulah umat Islam dianjurkan makan, minum, dan bergembira secara wajar pada hari-hari tersebut.

Setelah hari tasyrik berakhir, umat Muslim dapat kembali melanjutkan berbagai ibadah puasa sunnah sesuai ketentuan syariat.


Topik

Agama iduladha puasa puasa setalh iduladha



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya