Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Perkuat UMKM Padat Karya, Pemkot Surabaya Gandeng UK Petra dan SUTD Singapura Digitalisasi Koperasi

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Nurlayla Ratri

09 - Jan - 2026, 18:33

Placeholder
Ilustrasi koperasi

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) berkolaborasi dengan Universitas Kristen (UK) Petra dan Singapore University of Technology and Design (SUTD) untuk memperkuat sistem manajemen Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) melalui digitalisasi. Program kolaborasi internasional ini, mengajak 60 mahasiswa dari UK Petra dan Singapura terjun langsung membedah tantangan manajemen serta operasional koperasi yang berada di Jalan Tambak Wedi pada Jumat (9/1/2026).

Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan bahwa program kolaborasi ini adalah wujud komitmen Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kelas UMKM melalui digitalisasi. Ia menjelaskan, Koperasi SMB merupakan salah satu padat karya unggulan yang berhasil memberdayakan warga kurang mampu. Meski omzet terus meningkat dan mulai merambah pasar swasta, tetapi sistem operasional di dalamnya dinilai perlu sentuhan teknologi.

Baca Juga : Panduan Lengkap Nonton Konser K-Pop Jakarta Januari 2026

"Kami mengedepankan bentuk koperasi untuk menaungi UMKM jahit ini. Saat ini perkembangannya bagus, sudah menerima order di luar pemerintah. Namun, kerja sama dengan UK Petra ini penting untuk membangun aplikasi stokis dan pemasaran agar pengelolaan barang dari bahan baku masuk hingga produksi selesai tidak lagi manual," ujar Mia biasa ia disapa.

Mia menambahkan, jika prototipe digitalisasi ini berhasil, Pemkot berencana mereplikasinya ke UMKM lain di Kota Pahlawan. "Ini meminimalisir potensi barang tercecer atau kesalahan hitung yang sering terjadi pada sistem manual," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 2 School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya sekadar kunjungan budaya saja, tetapi juga menggunakan metode hackathon, di mana mahasiswa ditantang secara intensif selama dua hari terakhir untuk dapat menciptakan solusi berbasis Machine Learning dan Data Visualization bagi kemajuan koperasi.

"Output-nya adalah prototipe berbasis web. Kami melibatkan mahasiswa Bisnis dan Informatika untuk membangun sistem menggunakan machine learning. Jadi, pengambilan keputusan ke depan harus berdasarkan data yang dimiliki oleh koperasi,” jelas Vido.

Menurutnya, akan ada tiga fokus utama pengembangan bagi Koperasi SMB yang dilakukan mahasiswa melalui digitalisasi. Pertama adalah perbaikan sistem pencatatan internal, memperluas jangkauan pasar dan persiapan pembukaan toko fisik (stokis) tahun 2026. “Jadi bagaimana mahasiswa dapat memberikan solusi nyata untuk permasalahan bagi koperasi SMB ini,” ujar Vido.

Ketua Koperasi SMB, Ucik Fatimatuzzahro, menyambut antusias kehadiran para akademisi di koperasinya. Dalam empat tahun berjalan, koperasi yang memiliki 111 anggota penjahit ini telah berkembang dari sekadar memproduksi seragam sekolah menjadi berbagai jenis pakaian seperti baju kerja, kaos, hingga busana muslim.

Baca Juga : Kawal Akses Permodalan UMKM, Lilik DPRD Jatim: Sektor Ini Terbukti Tangguh Hadapi Krisis

Oleh karena itu, kata Ucik pengembangan dalam hal digitalisasi khususnya untuk mempermudah manajemen sangat diperlukan dalam upaya memperluas jangkauan usaha. "Kami sangat terbatas dalam hal digitalisasi marketing dan manajemen. Kami berharap ada sistem seperti ‘rekam medis' untuk setiap Sumber Daya Manusia (SDM) atau yang bekerja di sini, sehingga performa penjahit dan biaya tenaga kerja tercatat dengan jelas. Dengan database digital, kami bisa menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) lebih efisien dan siap menyasar pasar di luar Pulau Jawa," kata Ucik.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Mahasiswa UK Petra, Sebastian Yohan Setiadji mengatakan bahwa mahasiswa yang terlibat dari program ini, akan merancang sistem manajerial yang mencakup manajemen stok dan basis harga dari supplier.

"Tantangannya adalah memahami kebutuhan mendalam mereka. Kami berharap pihak koperasi terbuka memberikan data detail agar implementasi sistem ini benar-benar akurat dan bisa membantu mengelola stok serta proyek yang masuk secara otomatis," kata mahasiswa semester 5 jurusan Data Science and Analytics UK Petra itu.

Ia berharap setelah prototipe situs web berhasil dirancang, akan ada pelatihan lanjutan bagi para penjahit. Hal ini penting agar digitalisasi benar-benar terimplementasi dan mempermudah operasional mereka. “Tanpa sosialisasi yang memadai, dikhawatirkan para anggota akan kembali menggunakan pencatatan manual,” pungkasnya. 


Topik

Pemerintahan pemkot surabaya UMKM Singapura



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Nurlayla Ratri