JATIMTIMES - Kementerian Kesehatan diminta mewaspadai peningkatan kasus influenza A (H3N2) subclade K yang dikenal dengan super flu. Sebab, varian baru ini disebut lebih agresif sehingga lebih cepat menular dan menyebabkan gejala yang lebih berat. Terutama pada lansia, anak, dan orang dengan penyakit komorbid.
Di Kota Batu, Dinas Kesehatan memastikan tidak ada kasus penularan Super Flu hingga saat ini. Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Baca Juga : 12 Pantai JLS Blitar–Tulungagung, Nomor 2 Jujukan Influencer
"Sampai dengan hari ini di Batu tidak ada laporan terkait super flu. Namun sebagai bentuk kewaspadaan, kami tetap mengingatkan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS ) dan menerapkan protokol kesehatan," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu Yuni Astuti saat dikonfirmasi JatimTIMES, Minggu (4/1/2025).
Dikatakannya, pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana namun konsisten, seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, memakai masker saat berada di tempat keramaian, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.
"Jika sedang sakit, sebaiknya menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain. Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menambah vitamin bila diperlukan, dan memastikan waktu istirahat yang cukup," jelasnya.
Dinkes Kota Batu juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan munculnya kasus. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu berat.
Menurut penjelasannya, tidak ada hal khusus untuk pencegahan terkait penyakit super flu. Virus ini dapa menyerang siapa saja yang memiliki kondisi tubuh kurang bugar atau daya tahan lemah.
Baca Juga : Rekor Tandang Jadi Andalan, Arema FC Siap Curi Poin dari Bali United
"Sebagaimana penyakit virus yg lain, orang-orang dengan daya tahan tubuh yg lemah akan rentan terserang penyakit yang disebabkn oleh virus," terang Yuni.
Sebagai informasi, Kemenkes menyebut hingga akhir Desember 2025, tercatat ada 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.
