JATIMTIMES - Area skate park Alun-alun Kota Malang menjadi sorotan setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah skateboarder mengeluhkan lintasan yang seharusnya digunakan untuk berolahraga justru dipenuhi pengunjung yang duduk-duduk hingga meletakkan barang bawaan.
Keluhan itu viral setelah diunggah akun Instagram @malangraya_info. Dalam video yang dibagikan, tampak sebagian lintasan skate park dipenuhi ibu-ibu hingga bapak-bapak yang duduk santai.
Baca Juga : Awet Dalam Pentas Sepak Bola Nasional, Nama Bung Karno Juga Dihidupkan di Pesepak Bola Muda
Bahkan jumlahnya cukup banyak, ada puluhan orang duduk di sisi bangunan skate park. Tak hanya itu, pengunjung juga meletakkan tas dan barang bawaan di area lintasan.
Kondisi tersebut membuat para pemain skateboard tidak leluasa menggunakan seluruh area karena khawatir papan skateboard atau tubuh mereka mengenai pengunjung yang sedang duduk.
"Para skateboarder mengeluhkan adanya pengunjung yang menjadikan area skate park di Alun-alun Kota Malang sebagai tempat duduk pada Minggu (2/8/2026)," tulis akun tersebut.
Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa skate park merupakan fasilitas umum yang dirancang khusus untuk olahraga ekstrem seperti skateboard, BMX, hingga sepatu roda agresif. Karena itu, area tersebut dinilai tidak aman jika dijadikan tempat duduk santai ataupun arena bermain anak.
Pasalnya, para atlet maupun pehobi skateboard meluncur dengan kecepatan tinggi dan kerap melakukan berbagai trik di udara. Apabila ada orang yang duduk di jalur luncur, risiko tertabrak hingga mengalami cedera menjadi sangat besar.
Selain membahayakan pengunjung, kondisi tersebut juga mengganggu fungsi utama skate park sebagai fasilitas olahraga.
Kurangnya ruang untuk berhenti setelah melakukan trik juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan, baik bagi pemain maupun masyarakat yang berada di lintasan.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak yang menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian pengunjung dalam menggunakan fasilitas publik sesuai fungsinya.
Baca Juga : El Nino 2026 Masuk Kategori Kuat, BMKG Ungkap 8 Dampak yang Perlu Diwaspadai
"Aku ga bisa maen skateboard tapi suka banget liatnya. Klo udh kaya gini jadi ga asyik lagi, para skateboarder ga bisa bebas berekpresi. Sayang sekali. Plis lah kesadarannya, ini fasum lo jgn seenaknya gitu," tulis @dee***.
Warganet lain menilai pemerintah dapat memasang papan informasi agar pengunjung memahami fungsi skate park.
"di kasih papan pemberitahuan/ peringatan saja,bahwa area tertentu difungsikan untuk kegiatan tersebut. Kadang pengunjung kurang update soal itu. komunikasi secara humanis akan lebih efektif karena selain dengan maksud menyampaikan pendapat juga menerapkan adab dan budaya bahwa Malang itu tepo seliro, santun dan toleran. Setelah itu biar Pemkot yang meneruskan dengan memberikan/memasang papan himbauan pada spot/area khusus untuk para generasi yang memiliki keterampilan tertentu.kurang lebinnya mungkin seperti itu," tulis akun @marsongko****.
Sebagai informasi, skate park merupakan fasilitas yang memang dirancang khusus untuk olahraga ekstrem seperti skateboard, BMX, dan sepatu roda agresif. Jalur berupa ramp, bowl, maupun lintasan dibuat agar atlet dapat meluncur dan melakukan berbagai manuver dengan aman.
Karena itu, pengunjung disarankan tidak duduk, meletakkan barang, ataupun membiarkan anak-anak bermain di area lintasan. Jika ingin beristirahat atau menikmati suasana alun-alun, masyarakat dapat memanfaatkan bangku taman atau area di luar skate park.
