JATIMTIMES - Kamis, 2 Juli 2026 bertepatan dengan pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 17 Sura 1960 Tahun Be atau bertepatan dengan 17 Muharam 1448 Hijriah. Hari ini juga berada dalam Wuku Langkir dengan weton Kamis Kliwon yang memiliki jumlah neptu 16, berasal dari Kamis bernilai 8 dan Kliwon bernilai 8.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan watak, rezeki, jodoh hingga perjalanan hidup seseorang. Tak sedikit masyarakat Jawa yang masih menggunakan perhitungan primbon sebagai pedoman dalam menentukan waktu baik untuk memulai berbagai aktivitas penting.
Baca Juga : Bediding Terjadi Sampai Kapan? Ini Penjelasan BMKG, Penyebab, dan Dampaknya
Orang yang lahir pada weton Kamis Kliwon dikenal memiliki banyak keinginan dan semangat tinggi dalam menuntut ilmu. Pembawaannya luwes, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta mampu menjalin hubungan baik dengan banyak orang. Tak heran jika sosok dengan weton ini sering mendapat penghormatan dan disukai keluarga maupun lingkungan sekitar.
Menurut primbon Jawa, Pangarasan weton Kamis Kliwon adalah Lakuning Banyu. Watak ini diibaratkan seperti air yang selalu mengalir ke tempat yang rendah. Sifatnya tenang, tidak mudah tergesa-gesa, mampu menyusun perencanaan dengan matang, serta mengetahui cara terbaik untuk memperoleh rezeki.
Sementara itu, Pancasuda weton Kamis Kliwon adalah Bumi Kapetak. Maknanya menggambarkan pribadi pekerja keras, tahan menghadapi penderitaan, menyukai kerapian dan kebersihan, serta tidak mudah menyerah. Di balik kelebihan tersebut, ada kecenderungan menyimpan rasa kecewa dan sulit melupakan kesalahan orang lain. Kebaikan yang dilakukan pun sering tidak terlihat atau kurang mendapat penghargaan.
Hari ini juga berada dalam Wuku Langkir yang dinaungi Bathara Berawa atau Bathara Kala. Wuku ini melambangkan pribadi yang pemberani, memiliki cara berpikir yang kritis, serta cepat memahami ilmu yang dipelajari.
Simbol kayu ingas dan cemara yang roboh menggambarkan tempat berteduh yang kurang kokoh. Sementara lambang banteng mencerminkan keberanian, meski terkadang bertindak tanpa banyak pertimbangan. Ucapan pemilik Wuku Langkir diibaratkan seperti gunung bergemuruh, terdengar keras dan menggetarkan, tetapi tidak selalu membawa akibat buruk.
Selama berada di Wuku Langkir, primbon juga menganjurkan untuk menghindari perjalanan ke arah tenggara selama tujuh hari apabila memiliki urusan yang penting.
Baca Juga : Korban Tewas Pesta Kemenangan Meksiko Bertambah Jadi 4 Orang
Secara khusus, Kamis Kliwon di Wuku Langkir termasuk hari yang membawa pertanda baik dan kesejahteraan. Hari ini juga dipercaya menjadi waktu yang tepat untuk menanam berbagai jenis benih padi karena diyakini berpotensi tumbuh subur dan menghasilkan panen yang baik.
Dari sisi karier, weton Kamis Kliwon cocok menekuni pekerjaan yang mengandalkan kemampuan berkomunikasi, membimbing, dan memimpin. Profesi seperti guru, dosen, pelatih, instruktur, penceramah, motivator, tokoh agama, hingga pemimpin organisasi dinilai sesuai dengan karakter yang dimiliki. Bidang pemerintahan maupun manajemen juga menjadi pilihan yang menjanjikan karena kemampuan memimpin dan membangun hubungan dengan banyak orang.
Dalam urusan asmara, primbon Jawa menyebut weton Kamis Kliwon akan lebih serasi jika dipasangkan dengan pasangan yang memiliki sifat tenang dan mampu menjadi penyeimbang. Kecocokan tersebut umumnya dimiliki weton dengan jumlah neptu 7, 12 dan 13. Seperti weton Selasa Wage (Neptu 7), Senin Kliwon (Neptu 12) dan Sabtu Wage (Neptu 13).
