Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

FSTEM Resmi Jadi Nama Baru FMIPA UB, Siapkan Era Baru Keilmuan Multidisiplin

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

20 - May - 2026, 15:54

Placeholder
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB kini berganti nama menjadi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) (ist)

JATIMTIMES - Transformasi besar dilakukan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB). Fakultas ini kini berganti nama Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM). Perubahan tersebut resmi diperkenalkan dalam soft launching pada Rabu (20/5/2026) di halaman Gedung  FMIPA UB. sekaligus menandai arah baru pengembangan keilmuan yang lebih multidisiplin dan berbasis kebutuhan zaman.

Perubahan nama itu bukan sekadar pergantian identitas administratif, melainkan langkah strategis untuk menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin kompleks. Fakultas yang selama ini identik dengan ilmu dasar kini diperluas agar mampu mengakomodasi perkembangan bidang terapan, teknologi digital, hingga kebutuhan industri dan masyarakat global.

3

Dekan FSTeM UB, Prof. Sukir Maryanto menegaskan bahwa istilah MIPA dinilai sudah tidak cukup lagi untuk mewadahi perkembangan program studi yang ada saat ini. Menurutnya, sejumlah disiplin baru seperti bioinformatika, teknik geofisika, aktuaria, hingga sains data menunjukkan bahwa pendekatan keilmuan tidak lagi dapat berjalan secara monodisiplin.

Baca Juga : Fakultas Teknik dan Ushuluddin Disetujui, UIN Malang Percepat Transformasi Kampus Integratif

“Perubahan nama ini kami anggap memang perlu. MIPA sudah tidak cukup untuk mewadahi prodi-prodi yang ada. Sekarang ada bioinformatika, teknik geofisika, aktuaria, sains data, dan sebagainya. Dengan STeM, paradigmanya adalah memperluas kapasitas MIPA sendiri tanpa meninggalkan jati diri dasarnya,” ujar Sukir.

6

Ia menjelaskan, sains dan matematika tetap menjadi fondasi utama fakultas, namun kini diperkuat dengan aspek teknologi untuk menjawab tantangan era modern. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan saat ini bergerak menuju kolaborasi multidisiplin dan interdisiplin yang tidak lagi mengenal sekat-sekat kaku antarbidang ilmu.

“Ilmu sekarang tidak bisa monodisiplin. Harus ada interdisiplin dan multidisiplin. Karena itu peluang pengembangan prodi akan jauh lebih besar ketika wadahnya diperluas menjadi STeM,” katanya.

Sukir menyebut perubahan ini juga menjadi langkah UB untuk memperkuat posisi sebagai pusat riset dan pengembangan yang mampu menjawab berbagai persoalan nasional maupun global. Ia menilai perkembangan teknologi terbaru menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan dasar keilmuan yang kuat.

4

“Tanpa dukungan ilmu dasar, kita tidak mungkin bisa menjawab tantangan global. Karena itu basic knowledge tetap menjadi pondasi utama. Harapannya FSTEM menjadi pusat gravitasi baru perkembangan sains, teknologi, dan matematika di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, konsep FSTeM yang menggabungkan science, technology, engineering, dan mathematics dalam satu fakultas masih tergolong pionir di Indonesia. Selama ini, model pengembangan STeM umumnya dipisah dengan fakultas teknik atau engineering tersendiri. Sementara di UB, konsep tersebut mulai diintegrasikan dalam satu ekosistem pengembangan keilmuan.

“Ini langkah pionir untuk memulai sesuatu yang baru dalam wadah yang lebih luas agar pengembangan program studi bisa lebih berdampak bagi masyarakat maupun global,” katanya.

8

Perubahan identitas tersebut juga dibarengi dengan rencana pengembangan berbagai program studi baru yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Sukir menyebut beberapa bidang yang mulai dipersiapkan antara lain teknologi material maju, geosains, geologi, pertambangan, statistika terapan, hingga matematika terapan.

“Berbagai ilmu terapan nanti bisa kita kembangkan di sini. Jadi bukan hanya basic science, tetapi juga ilmu-ilmu yang punya keterhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” ujarnya.

Saat ini, FSTeM memiliki total 19 program studi yang terdiri dari 10 program sarjana, lima program magister, dan empat program doktor. Selain itu, UB juga telah menyetujui program baru seperti S3 Statistika dan Analisis Bisnis yang dinilai semakin memperkuat orientasi terapan fakultas.

7

“Ini era baru dari MIPA menuju STeM. Kami tidak meninggalkan era MIPA, tetapi bergerak menuju ruang yang lebih besar untuk pengembangan dan dampak yang lebih luas,” kata Sukir.

Ia menambahkan, FSTeM diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebutuhan daerah, dunia industri, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, sinkronisasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi bagian penting dalam pengembangan fakultas ke depan.

Sementara itu, Guru Besar FSTeM UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati mengungkapkan perubahan nama fakultas tersebut merupakan hasil pemikiran panjang yang telah dilakukan selama sekitar tiga tahun terakhir. Menurutnya, perubahan sangat cepat di bidang knowledge dan technology telah memengaruhi budaya dan pola kehidupan masyarakat sehingga perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri.

Baca Juga : Peringati Harkitnas 2026, Wali Kota Mas Ibin Tegaskan Dukungan Kota Blitar terhadap Program Strategis Nasional

“Kami sudah sekitar tiga tahun berpikir bagaimana menghadapi perubahan yang sangat cepat di era knowledge dan technology. Sebagai ilmu dasar yang mendasari perkembangan teknologi, kami harus menyiapkan diri,” ujarnya.

Sasmito menjelaskan, sebelumnya ilmu-ilmu di FMIPA cenderung berjalan sendiri-sendiri dalam ruang disiplin masing-masing. Namun perkembangan dunia komputasi dan teknologi digital membuat batas antarilmu semakin terbuka.

“Ketika masuk dunia komputasi dan teknologi digital, ternyata sudah tidak ada batas lagi. Semuanya terbuka. Karena itu kami harus menjawab perubahan tersebut,” katanya.

Ia menegaskan perubahan nama fakultas bukan berarti meninggalkan identitas lama, melainkan meneruskan fondasi keilmuan yang sudah ada untuk menghadapi perubahan zaman. Dalam konsep FSTeM, matematika tetap menjadi elemen utama karena dinilai sebagai dasar algoritma berpikir dalam dunia komputasi modern.

“Matematika itu algoritma berpikir kita ketika masuk dunia komputasi. Semua dasarnya matematika. Karena itu mathematics tetap menjadi ikon penting,” ujar Sasmito.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat muncul gagasan penggunaan nama “Cybernetic Faculty”, namun dianggap terlalu sulit dipahami masyarakat. Setelah melalui berbagai pembahasan dan pembentukan tim, konsep akhirnya berkembang menjadi FMST sebelum kemudian Majelis Wali Amanah memberikan gagasan penggunaan nama STeM yang akhirnya disepakati bersama.

Menurut Sasmito, konsep FSTeM akan mendorong lahirnya masyarakat berbasis ilmu pengetahuan yang kontekstual atau knowledge-driven contextual. Dalam konsep itu, ilmu tidak lagi dipahami secara sempit, tetapi terbuka untuk saling beririsan dan saling mendukung antarbidang.

“Matematika bisa menjadi ilmunya biologi, biologi bisa menjadi ilmunya matematika, fisika, dan seterusnya. Jadi semuanya terbuka dan saling terhubung,” katanya.

Transformasi FMIPA menjadi FSTeM menandai upaya UB membaca arah perubahan dunia pendidikan tinggi yang semakin menuntut integrasi ilmu dasar, teknologi, dan kebutuhan industri. Perubahan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana fakultas sains tidak lagi hanya dipandang sebagai pencetak guru atau akademisi murni, tetapi juga sebagai pusat pengembangan inovasi, teknologi, dan solusi atas berbagai tantangan masyarakat modern.


Topik

Pendidikan UB Universitas Brawijaya FMIPA UB Fakultas Sains Teknologi dan Matematika FSTeM UB ganti nama



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan