Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Wamenkes Soroti Paradoks FK UIN Malang, Sukses Cetak Dokter Meski Belum Punya RS Sendiri

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

07 - May - 2026, 14:49

Placeholder
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR (ist)

JATIMTIMES - Di tengah persoalan ketimpangan layanan kesehatan dan minimnya rumah sakit pendidikan di sejumlah perguruan tinggi berbasis keagamaan, rencana pembangunan rumah sakit pendidikan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mulai dipandang sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar proyek infrastruktur kampus. Pemerintah bahkan mulai mendorong agar rumah sakit tersebut tidak hanya menjadi tempat praktik mahasiswa kedokteran, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat rehabilitasi pasien penyakit kronis dan katastropik di Malang Raya.

Gagasan itu mengemuka saat Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR, meninjau pengembangan Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang di Kota Batu, Kamis, 7 Mei 2026. Pembahasan penguatan Fakultas Kedokteran dan rumah sakit pendidikan kembali dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Aula FKIK Gedung Ar Rahim Kampus 3 UIN Malang.

Baca Juga : Menjemput "Finger Heart", Melupakan Bunyi Peradaban: Quo Vadis Kedaulatan Budaya Kita?

Dalam kunjungannya, dr. Benjamin menyoroti persoalan besar layanan kesehatan Indonesia yang masih berfokus pada pengobatan akut, sementara fasilitas rehabilitasi pasien pasca sakit berat masih terbatas. Menurutnya, rumah sakit pendidikan UIN Malang berpotensi mengisi kekosongan tersebut jika diarahkan menjadi pusat pemulihan pasien dengan layanan rehabilitasi terpadu.

“Lokasi ini sangat bagus untuk penanganan kasus-kasus katastropik seperti rehabilitasi pasca-stroke, fisioterapi, hingga pasien kanker yang membutuhkan perawatan berkelanjutan,” ujar dr. Benjamin.

Ia menilai Kota Batu memiliki keunggulan geografis yang mendukung proses pemulihan pasien karena lingkungan yang relatif sejuk dan kondusif. Karena itu, rumah sakit pendidikan milik UIN Malang dinilai lebih tepat memiliki layanan unggulan spesifik dibanding bersaing langsung sebagai rumah sakit umum besar.

Menurut dr. Benjamin, konsep rumah sakit pendidikan saat ini tidak bisa lagi hanya dipahami sebagai pelengkap fakultas kedokteran. Rumah sakit pendidikan harus mampu menjadi pusat pelayanan, pendidikan, hingga pengembangan riset kesehatan.

“Setiap rumah sakit pendidikan idealnya menjadi pendukung utama Fakultas Kedokteran untuk mendidik calon dokter. Karena itu keberadaan rumah sakit ini sangat penting,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti tantangan yang selama ini dihadapi banyak fakultas kedokteran baru di Indonesia, yakni keterbatasan rumah sakit pendidikan sendiri. Kondisi itu juga dialami FKIK UIN Malang yang selama ini masih mengandalkan kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan untuk pendidikan profesi dokter.

Meski demikian, capaian akademik FKIK UIN Malang justru mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Kesehatan. Ia mengaku terkejut karena fakultas tersebut mampu mencatat tingkat kelulusan tinggi di tengah keterbatasan fasilitas rumah sakit mandiri.

Baca Juga : Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ini Rahasia Diet Ery Makmur yang Bikin Tubuh Lebih Bugar

“Kenapa saya bangga sekali dengan FKIK UIN ini? Karena di UIN belum punya rumah sakit saja sudah lulus 100 persen,” ungkap dr. Benjamin.

Ia menilai UIN Malang memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan nasional, terutama dalam penyediaan tenaga medis dan pengembangan layanan kesehatan berbasis pendidikan tinggi.

Dalam forum diskusi, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan rumah sakit pendidikan dapat segera diwujudkan. Menurutnya, keberadaan rumah sakit pendidikan akan memberi dampak luas, tidak hanya bagi kampus tetapi juga masyarakat Malang Raya.

“Membangun rumah sakit pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berarti membangun Malang Raya dan juga Indonesia,” ujar Prof. Ilfi.

Rumah sakit pendidikan tersebut nantinya diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan, pendidikan kedokteran, riset medis, sekaligus pengembangan sumber daya manusia kesehatan di lingkungan UIN Malang. Di tengah persoalan distribusi dokter yang belum merata dan kebutuhan layanan rehabilitasi yang terus meningkat, pengembangan rumah sakit pendidikan itu dinilai dapat menjadi salah satu model penguatan sistem kesehatan berbasis perguruan tinggi di Indonesia.


Topik

Pendidikan Fkik UIN malang UIN Maliki Malang Benjamin paulus octavianus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan