JATIMTIMES - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar mengapresiasi para pelaku jasa wisata transportasi Gunung Bromo yang selama ini telah memberikan dedikasinya dan pelayanan terbaik untuk wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri saat berkunjung ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Hal itu disampaikan Budiar saat menghadiri kegiatan pembinaan pelaku jasa wisata transportasi, bakti sosial serta pemeriksaan kesehatan bagi 200 orang sopir Jip Wisata Bromo di Rest Area Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Segudang Prestasi: SMPN 1 Campurdarat Dapat Apresiasi Dinas Pendidikan Tulungagung
"Keberadaan pelaku jasa wisata, khususnya sopir jip, memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan dalam memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman dan berkesan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi sebuah keniscayaan," ungkap Budiar, Rabu (8/4/2026).
Budiar yang hadir didampingi Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Eko Margianto, Sekretaris BPBD Kabupaten Malang Sigit Yunianto, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Teddy Wiryawan Priambodo, Kanit Kamsel Satlantas Polres Malang Ipda Umar Kiswoyo, serta Forkopimcam Poncokusumo juga berkesempatan menyerahkan paket bantuan sosial kepada para pelaku jasa wisata transportasi Gunung Bromo.
Pihaknya menjelaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama perekonomian di Kabupaten Malang. Di mana kawasan TNBTS menjadi salah satu destinasi wisata nasional unggulan yang beberapa kawasannya masuk dalam wilayah Kabupaten Malang ini memiliki daya tarik yang sangat luar biasa bagi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Oleh karena itu, kegiatan pembinaan pelaku jasa wisata transportasi Gunung Bromo juga sangat penting untuk rutin digelar. Pasalnya, kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis. Tidak hanya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para pelaku jasa wisata, tetapi juga sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kualitas layanan pariwisata di kawasan TNBTS.
"Melalui kegiatan pembinaan ini, kami berharap akan terjadi peningkatan pemahaman terkait standar pelayanan wisata dan terwujudnya pelayanan yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan dan kebersihan," ujar Budiar.
Lebih lanjut, pihaknya juga mengajak seluruh pelaku jasa wisata bersama pengelola kawasan TNBTS dan pemerintah daerah untuk bersinergi serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi. Menurut Budiar, dalam konteks wisata, semua pihak tidak hanya bertugas memberikan pelayanan kepada wisatawan. Melainkan juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian alam TNBTS sebagai warisan yang harus dijaga bersama.
Baca Juga : Terekam CCTV Satroni Rumah di Junrejo, Pencuri Spesialis Lintas Kota asal Pasuruan Dibekuk Polres Batu
"Mari kita bangun komitmen bahwa wisata yang kita kelola adalah pariwisata yang sustainable dan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, akan tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial," pungkas Budiar.
