JATIMTIMES - Komposisi tamu hotel di Kota Malang pada Februari 2026 masih didominasi kuat oleh wisatawan domestik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diluncurkan pada awal April sebanyak 97,77 persen tamu yang menginap merupakan wisatawan nusantara, sementara tamu asing menyumbang 2,23 persen dari total keseluruhan pengunjung.
Kondisi ini sejalan dengan tingginya pergerakan wisatawan dalam negeri yang tercatat mencapai 929.932 kunjungan sepanjang Februari 2026. Angka tersebut mengalami kenaikan 1,34 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 917.655 kunjungan, serta meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 869.110 kunjungan.
Baca Juga : 5 Drakor Romantis Rating Tinggi di Netflix yang Cocok Temani Paskah di Rumah
Di sisi lain, jumlah wisatawan nusantara asal Kota Malang tercatat sebanyak 856.305 perjalanan, turun 3,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya, namun melonjak 19,37 persen dibandingkan Februari 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang, Umar Sjaifudin, menegaskan bahwa dominasi wisatawan domestik masih menjadi penopang utama sektor perhotelan di Kota Malang. “Komposisi tamu hotel di Kota Malang pada Februari 2026 menunjukkan pasar utama perhotelan masih berasal dari dalam negeri,” kata Umar.
Ia menambahkan, tingginya kontribusi wisatawan domestik tidak lepas dari berbagai event yang digelar di Kota Malang sepanjang Februari 2026. Sejumlah kegiatan seperti Proliga Bola Voli 2026 Seri Malang, Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Malang Fashion Fest 2026, hingga perayaan Tahun Baru Imlek dan awal Ramadan turut mendorong mobilitas wisatawan lokal.
Meski jumlah kunjungan wisatawan meningkat, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kota Malang justru tercatat sebesar 35,15 persen. Angka ini turun 5,36 poin dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 40,51 persen, serta turun 12,45 poin dibandingkan Februari 2025 yang berada di angka 47,60 persen.
Meski demikian, capaian tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata TPK Jawa Timur sebesar 29,78 persen dan nasional sebesar 33,56 persen.
Baca Juga : Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Ternyata Ini Biang Keroknya
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di Kota Malang tercatat 1,39 hari atau berkisar antara satu hingga dua hari. Angka ini sedikit meningkat 0,03 poin dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 1,36 hari. RLMT Kota Malang juga tercatat lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur (1,29 hari), namun masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 1,51 hari.
Umar menambahkan, rendahnya porsi wisatawan asing menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pariwisata daerah.
“Perlu ada upaya peningkatan daya tarik dan promosi untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara, agar komposisinya bisa lebih berimbang,” tutup Umar.
