Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Iran Terapkan Sistem Buka-Tutup Selat Hormuz, Kapal AS dan Israel Tetap Dibatasi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

17 - Mar - 2026, 17:42

Placeholder
Ilustrasi Selat Hormuz. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Konflik yang terus memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak langsung pada jalur perdagangan energi global. Salah satu titik krusial yang terdampak adalah Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia yang sempat mengalami gangguan akibat kebijakan Iran.

Beberapa waktu terakhir, Iran dilaporkan melakukan pembatasan akses di Selat Hormuz yang menyebabkan banyak kapal tanker dari berbagai negara tertahan. Kondisi ini sempat memicu lonjakan harga minyak global dan mendorong sejumlah negara mengambil langkah penghematan bahan bakar hingga penyesuaian harga BBM.

Baca Juga : Hitungan Kalori Kue Lebaran dari Nastar sampai Kastengel, Lengkap dengan Cara Membakarnya

Namun, situasi mulai menunjukkan perbaikan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa ketegangan di kawasan tersebut perlahan mereda. Iran kini menerapkan kebijakan buka-tutup jalur pelayaran untuk memastikan distribusi minyak tetap berjalan.

“Alhamdulillah, meskipun kondisi geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya stabil, kita mendapat sedikit angin segar karena Selat Hormuz sudah mulai menerapkan kebijakan tutup-buka,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Selain itu, Iran juga membuka ruang komunikasi dengan negara-negara yang kapal tankernya sempat tertahan. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif bagi kelancaran distribusi energi global.

Meski demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk semua negara. Iran tetap membatasi akses bagi kapal yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel. Menurut Bahlil, kapal dari negara selain kedua pihak tersebut kini sudah bisa melakukan komunikasi dan berpeluang melintas kembali.

“Artinya, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, komunikasi sudah bisa dilakukan. Ini merupakan perkembangan yang positif,” tambahnya.

Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz pada dasarnya tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Namun, pembatasan diberlakukan khusus bagi negara yang dianggap sebagai musuh Iran.

“Faktanya, Selat Hormuz terbuka. Jalur ini hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh kami, yakni mereka yang menyerang kami dan sekutu kami. Negara lain bebas melintas,” kata Araghchi, dikutip dari Hindustan Times.

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa ratusan kapal masih tertahan di jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, termasuk kapal dari India. Araghchi menegaskan bahwa sebagian kapal memilih tidak melintas karena alasan keamanan, bukan karena penutupan total oleh Iran.

Baca Juga : 5 Rawon Legendaris di Surabaya yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga Saat Lebaran

“Banyak kapal memilih tidak melintas karena kekhawatiran keamanan mereka sendiri. Itu tidak ada hubungannya dengan kami. Di saat yang sama, masih banyak kapal tanker dan kapal lain yang tetap melewati Selat Hormuz,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa jalur tersebut tidak sepenuhnya ditutup, melainkan hanya dibatasi untuk pihak tertentu.

“Selat ini tidak ditutup. Hanya kapal Amerika dan Israel yang tidak diperbolehkan melintas,” tegas Araghchi.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi perhatian serius karena fluktuasi harga minyak dunia akan berpengaruh langsung terhadap kebijakan energi nasional. Kenaikan harga minyak mentah berpotensi menekan anggaran subsidi energi serta memicu penyesuaian harga BBM di dalam negeri.

Selain itu, ketidakpastian di Selat Hormuz juga berdampak pada biaya logistik global. Jika distribusi minyak terganggu, biaya transportasi dan produksi di berbagai sektor bisa ikut meningkat.

Meski demikian, dengan mulai dibukanya akses secara terbatas oleh Iran, ada harapan stabilitas pasar energi bisa kembali terjaga dalam waktu dekat. Langkah komunikasi yang mulai dibangun juga dinilai sebagai sinyal positif untuk meredakan ketegangan yang lebih luas.


Topik

Internasional perang iran selat hormuz buka tutup akses minyak dunia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri