JATIMTIMES - Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dibanding bulan-bulan lainnya. Malam terasa lebih hidup, masjid lebih ramai, dan hati terasa lebih lembut. Salah satu ibadah yang menjadi ciri khas bulan suci ini adalah salat tarawih, yakni salat sunnah yang hanya dikerjakan pada malam-malam Ramadan.
Bagi banyak umat Islam, tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah momen untuk memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, serta memohon ampun atas kesalahan yang telah lalu. Setiap malam Ramadan diyakini memiliki keutamaan tersendiri, termasuk malam kedua yang disebut memiliki keistimewaan besar.
Baca Juga : Jangan Lewatkan! 7 Fenomena Langit Ramadan 2026, dari Planet Berbaris hingga Gerhana Bulan Total
Keutamaan Salat Tarawih Malam Kedua
Dalam kitab klasik Durratun Nashihin, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam kedua Ramadan akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk kedua orang tuanya selama keduanya dalam keadaan beriman.
Teks yang sering dikutip berbunyi:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلِأَبَوَيْهِ اِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ
Artinya: Pada malam kedua, orang yang melaksanakan salat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
Memang, para ulama menjelaskan bahwa isi kitab tersebut tidak seluruhnya bersumber dari hadis shahih. Namun banyak umat Islam tetap menjadikannya sebagai motivasi untuk semakin giat beribadah di bulan Ramadan. Pada dasarnya, Islam sangat menekankan pentingnya memohon ampunan dan berbakti kepada orang tua.
Keutamaan ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dan hadis yang mendorong setiap anak untuk senantiasa mendoakan ayah dan ibu. Ramadan menjadi waktu terbaik untuk menghadiahkan doa dan ampunan bagi mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Makna Ampunan di Bulan Ramadan
Ampunan adalah anugerah yang sangat besar. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Ramadan hadir sebagai bulan penyucian diri. Puasa melatih pengendalian diri, sedangkan tarawih menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Malam kedua Ramadan sering menjadi titik awal konsistensi. Setelah melewati malam pertama, umat Islam mulai menata ritme ibadah. Jika di awal Ramadan masih ada rasa lelah atau penyesuaian, maka pada malam kedua biasanya semangat mulai tumbuh lebih stabil.
Keutamaan ampunan bagi diri dan orang tua menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya berdampak secara personal, tetapi juga bernilai keluarga. Setiap rakaat yang dikerjakan dengan ikhlas menjadi bentuk cinta seorang anak kepada kedua orang tuanya.
Niat Salat Tarawih
Salat tarawih diawali dengan niat di dalam hati. Berikut bacaan niat dua rakaat salat tarawih:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: Aku berniat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
Jika dilakukan secara berjamaah, niat dapat disesuaikan sebagai imam atau makmum. Namun yang paling utama adalah keikhlasan dan kesadaran bahwa ibadah ini dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Tata Cara Salat Tarawih
Secara umum, salat tarawih dilaksanakan dua rakaat satu salam. Berikut urutan pelaksanaannya:
1. Membaca niat dalam hati
2. Takbiratul ihram
3. Membaca Surat Al-Fatihah
4. Membaca surat atau ayat Al-Qur’an
5. Rukuk
6. Iktidal
7. Sujud pertama
8. Duduk di antara dua sujud
9. Sujud kedua
10. Berdiri untuk rakaat berikutnya
11. Duduk tasyahud akhir
12. Salam
Jumlah rakaat tarawih berbeda-beda sesuai kebiasaan. Ada yang melaksanakan 8 rakaat, ada pula yang 20 rakaat, biasanya ditutup dengan salat witir. Perbedaan ini tidak perlu diperdebatkan, karena semuanya memiliki dasar pendapat ulama masing-masing.
Menjaga Konsistensi hingga Akhir Ramadan
Semangat di awal Ramadan sering kali sangat tinggi, namun tantangan sebenarnya adalah menjaga konsistensi hingga malam terakhir. Malam kedua menjadi momentum untuk menanamkan niat kuat agar tetap istiqamah menjalankan tarawih sepanjang bulan.
Beberapa cara agar tetap konsisten antara lain:
• Mengatur waktu istirahat agar tidak terlalu lelah.
• Mengajak keluarga atau teman agar lebih termotivasi.
• Mengingat kembali tujuan utama Ramadan, yakni meraih takwa.
• Menanamkan niat untuk mendoakan kedua orang tua setiap selesai salat.
Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Setiap malamnya adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri. Jika pada malam kedua tersimpan keutamaan ampunan bagi diri dan orang tua, maka tentu sayang jika kesempatan itu dilewatkan.
Baca Juga : Mau Bangun Tempat Usaha? Jangan Asal Beli atau Sewa, Cek Zonasi Dulu
Mari jadikan salat tarawih bukan sekadar kebiasaan tahunan, tetapi sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta bentuk bakti dan cinta kepada ayah dan ibu.
