Berbagai cara dilakukan umat Islam dalam memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti yang dilakukan oleh warga lingkungan Kelurahan Jamsaren Kota Kediri. Mereka dalam memperingatinya dengan cara menyebar uang koin di serambi Masjid Wakaf Jamsaren,Senin (19/11/18) malam.
Tradisi turun temurun yang sudah ada sejak seratus tahun lebih ini dibanjiri anak anak kecil dan orang dewasa. Sebelum acara dimulai Ta'mir masjid bersama para jamaah, membaca ayat-ayat suci Al Quran. Setelah prosesi pembacaan ayat-ayat suci selesai, barulah tradisi buang koin dimulai.
Para penyebar koin berasal dari jamaah masjid baik laki-laki maupun permpuan bebas untuk melakukan sebar koin. Sedangkan koin atau uang receh yang disebar bervariasi, mulai dari uang recehan Rp 100 hingga Rp 1000.
Dengan diiringi pembacaan kitab Barzanji yang didengungkan secara bergantian di serambi masjid, sontak uang tersebut menjadi bahan rebutan jamaah, terutama anak-anak yang sudah lama menunggu saweran.
Anak-anak itu pun saling berebut ketika uang disebar di tengah kerumunan para orang dewasa yang sedang mengumandangkan shalawat. Tidak jarang, terjadi senggolan, bahkan tubuh mereka saling bertubrukan demi mendapat uang receh yang sengaja disebar.
Namun, insiden ini tidak pernah ada yang membuat luka. Mereka begitu menikmati berebut uang receh dengan sesama rekan mereka. Bahkan, mereka pun terkadang harus berebut dengan orang yang lebih dewasa.
Rendy (14), salah seorang anak yang ikut berebut uang receh itu mengaku sangat senang. Ia mendapatkan uang Rp35 ribu dari hasil ikut berebut uang receh di masjid.
"Saya senang ikut acara ini. Walaupun ikut berebut dengan teman, saya senang dan berharap ikut mendapatkan berkah," ucapnya.
Sementara itu, menurut MZ Ansori, Ta’mir Masjid Jamsaren mengatakan, tujuan dari tradisi menyebar uang koin ini untu mengajak anak-anak kecil rajin beribadah di masjid dengan cara menyebar uang koin, sebagai media pancingannya.
"Meski terkesan berlebihan karena hanya membuang rezeki yang dimiliki, namun warga jamsaren menyadari bahwa dengan cara ini, anak-anak mereka akan rajin beribadah ke masjid," ungkapnya.
"Karena mereka sadar di tangan anak-anak inilah, ayat-ayat Allah dan ajaran agama Islam, akan tetap bisa ditegakkan oleh generasi penerus ini," tandasnya.
Untuk diketahui, menyebar uang koin dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan tradisi turun temurun sejak masjid didirikan pada tahun 1908 silam. Tradisi ini dulunya adalah sebagai syiar agama islam di Kota Kediri.
