Era teknologi digital mengharuskan semua pelaku bisnis bisa beradaptasi. Tak terkecuali perusahaan media, terutama media cetak, agar bisa tetap bertahan menghadapi dinamika yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Di era teknologi digital seperti saat ini, peran media cetak sedikit banyak mulai tergeser. Sebab, saat ini segala bentuk informasi yang dibutuhkan mudah didapatkan dengan mesin pencarian Informasi Internet.
Pergeseran minat media itu telah dirasakan sejumlah agen atau distributor koran, majalah dan lainnya yang sebelumnya menjadi rujukan utama mendapatkan informasi. Omzet penjualan koran, surat kabar, tabloid atau sejenisnya terus mengalami penurunan.
Penurunan omzet itu pun dirasakan Erwin (44), seorang pedagang koran dan majalah di Jalan Patiunus Kota Kediri. Erwin mengakui, masa keemasan media cetak tak seperti tahun-tahun lalu, saat media online masih jarang.
“Omzet penjualan surat kabar, majalah, tabloid dan lainnya memang berkurang drastis. Tidak seperti dulu, sebelum media sosial digunakan masyarakat sebagai sarana informasi,” ucap Erwin yang terlihat sabar menunggu para pelanggan membeli koran atau majalah.
Menurut dia, penjualan koran atau majalah saat ini hanya berharap pada langganan tetap. Ia mengatakan susah kalau berharap kepada pembeli tidak tetap. “Mereka hanya membeli jika ada pengumuman khusus atau ada sesuatu kejadian yang menarik perhatian,” ujar pria yang sudah berdagang koran sejak 14 tahun silam itu.
Berbagai informasi yang terjadi khususnya internasional, nasional dan daerah justru lebih dulu diketahui melalui medsos, seperti Facebook, Instagram, serta aplikasi media online yang ada. “Berita yang disajikan media cetak itu terlambat sehari. Ini yang membuat para pelanggan sekarang berkurang, sepertinya mereka beralih ke medsos atau media online,” tutur Erwin.
Dia tak memungkiri, kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, ditambah mudahnya mendapatkan ponsel pintar, membuat para pembaca media cetak beralih ke medsos atau media online.
Sementara itu, Didik Mashudi -salah satu wartawan senior- mengungkapkan, sekarang ini sudah era digital dan ini tidak bisa dibendung lagi. Bagaimanapun, media cetak harus kreatif dan bisa mencari celah supaya bisa tetap eksis.
"Serbuan media digital sangat luar biasa. Bagaimanapun, kalau media cetak tidak melakukan inovasi-inovasi, pada saatnya akan tergeser," katanya, Jumat (9/11/18).
Menurut Didik, pihaknya tetap optimististis koran tidak akan mati selama bisa melakukan inovasi. Salah satunya menampilkan berita mendalam yang tidak didapat di media online
"Kalau untuk bersaing, kita (media cetak) mempunyai pasar sendiri sendiri. Media online juga mempunyai pasar sendiri. Untuk media cetak saat saat seperti ini masa yang paling sulit dan harus berjuang mati matian agar tetap eksis,"tandasnya. (*)
