Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Penjualan Koran dan Majalah Lesu karena Serbuan Media Online

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Yunan Helmy

09 - Nov - 2018, 19:15

Placeholder
Erwin, salah satu pedagang di Jalan Patiunus. (eko Arif s /JatimTimes)

Era teknologi digital mengharuskan semua pelaku bisnis bisa beradaptasi. Tak terkecuali perusahaan media, terutama media cetak, agar bisa tetap bertahan menghadapi dinamika yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Di era teknologi digital seperti saat ini, peran media cetak sedikit banyak mulai tergeser. Sebab, saat ini segala bentuk informasi yang dibutuhkan mudah didapatkan dengan mesin pencarian Informasi Internet. 

Pergeseran minat media itu telah dirasakan sejumlah agen atau distributor koran, majalah dan lainnya yang sebelumnya menjadi rujukan utama mendapatkan informasi. Omzet penjualan koran, surat kabar, tabloid atau sejenisnya terus mengalami penurunan. 

Penurunan omzet itu pun dirasakan Erwin (44), seorang pedagang koran dan majalah di Jalan Patiunus Kota Kediri.  Erwin mengakui, masa keemasan media cetak tak seperti tahun-tahun lalu, saat media online masih jarang.

“Omzet penjualan surat kabar, majalah, tabloid dan lainnya memang berkurang drastis. Tidak seperti dulu, sebelum media sosial digunakan masyarakat sebagai sarana informasi,” ucap Erwin  yang terlihat sabar menunggu para pelanggan membeli koran atau majalah.

Menurut dia, penjualan koran atau majalah saat ini hanya berharap pada langganan tetap. Ia mengatakan susah kalau berharap kepada pembeli tidak tetap. “Mereka hanya membeli jika ada pengumuman khusus atau ada sesuatu kejadian yang menarik perhatian,” ujar pria yang sudah berdagang koran sejak 14 tahun silam itu. 

Berbagai informasi yang terjadi khususnya internasional, nasional dan daerah justru lebih dulu diketahui melalui medsos, seperti Facebook, Instagram, serta aplikasi media online yang ada. “Berita yang disajikan media cetak itu terlambat sehari. Ini yang membuat para pelanggan sekarang berkurang, sepertinya mereka beralih ke medsos atau media online,” tutur Erwin. 

Dia tak memungkiri, kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, ditambah mudahnya mendapatkan ponsel pintar, membuat para pembaca media cetak beralih ke medsos atau media online. 

Sementara itu, Didik Mashudi -salah satu wartawan senior- mengungkapkan, sekarang ini sudah era digital dan ini tidak bisa dibendung lagi. Bagaimanapun, media cetak harus kreatif dan bisa mencari celah supaya bisa tetap eksis.

"Serbuan media digital sangat luar biasa. Bagaimanapun, kalau media cetak tidak melakukan inovasi-inovasi, pada saatnya akan tergeser," katanya, Jumat (9/11/18). 

Menurut Didik, pihaknya tetap optimististis  koran tidak akan mati selama bisa melakukan inovasi. Salah satunya menampilkan berita mendalam yang tidak didapat di media online

"Kalau untuk bersaing, kita (media cetak) mempunyai pasar sendiri sendiri. Media online juga mempunyai pasar sendiri. Untuk media cetak saat saat seperti ini masa yang paling sulit dan harus berjuang mati matian agar tetap eksis,"tandasnya. (*)


Topik

Peristiwa berita-kediri Penjualan-Koran Era-teknologi-digital Majalah-Lesu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa