Polisi Ungkap Ancaman Pil Dobel L di Malang, Generasi Muda Paling Rentan
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
27 - Jan - 2026, 12:47
JATIMTIMES - Peredaran pil koplo jenis dobel L masih menjadi ancaman serius di Kota Malang. Sepanjang tahun 2025, Polresta Malang Kota berhasil mengamankan sebanyak 406.000 butir pil dobel L dari berbagai pengungkapan kasus.
Meski jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding 2024 yakni 472 ribu butir, ironisnya, peredaran obat terlarang tersebut tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga telah merambah kalangan pelajar. Hal tersebut diungkapkan Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Daky Dzul Qornain.
Baca Juga : Soroti Penurunan Angka Pernikahan, Puguh DPRD Jatim Ingatkan Dampaknya
Ia mengatakan pelajar menjadi kelompok paling rentan dalam penyalahgunaan dobel L. Faktor usia dan lingkungan pergaulan membuat mereka mudah terpengaruh dan menjadi target empuk jaringan peredaran.
“Pemakai dobel L cukup banyak berasal dari kalangan pelajar. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” ungkap Daky, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, penyalahgunaan pil koplo kerap berawal dari aktivitas keramaian yang diminati remaja. Dari sana, dampak negatifnya mulai terasa hingga ke lingkungan sekolah.
“Sekolah sering mengeluhkan perilaku siswa yang berubah, mulai dari membangkang hingga sering membolos. Setelah ditelusuri, sebagian berkaitan dengan konsumsi obat terlarang,” imbuh Daky.
Menghadapi fenomena tersebut, Satresnarkoba Polresta Malang Kota tidak langsung mengedepankan penindakan hukum. Bagi pelajar yang masih berstatus pengguna dan tidak terlibat jaringan pengedar, pendekatan rehabilitasi menjadi langkah utama.
“Anak di bawah umur yang masih pemakai akan kami asesmen. Jika tidak terlibat sebagai pengedar atau bandar, kami prioritaskan rehabilitasi,” jelas Daky.
Di sisi lain, pihaknya tetap melakukan pengembangan kasus hingga ke tingkat pemasok. Setiap informasi yang didapat dari hasil pengungkapan akan ditelusuri untuk memutus mata rantai distribusi pil koplo di Kota Malang.
Baca Juga : Makeup Tetap Tahan Lama di Musim Hujan? Ini Tips Biar Nggak Luntur Seharian
Upaya pemberantasan pun dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pengawasan, hingga penindakan tegas. Sosialisasi bahaya narkoba rutin digelar di sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk keluarga dan tokoh masyarakat.
Patroli serta operasi rutin di wilayah rawan juga terus ditingkatkan melalui pemetaan kerawanan, serta sinergi bersama BNN, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Meski ancaman pil koplo masih membayangi, Daky mengungkapkan adanya tren penurunan temuan obat terlarang dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini menunjukkan upaya penindakan dan pencegahan mulai membuahkan hasil. Namun kami tidak akan lengah,” tegas Daky.
Daky menegaskan komitmennya untuk terus menekan penyalahgunaan obat terlarang dengan mengedepankan pendekatan yang humanis dan pemulihan, khususnya bagi generasi muda.
