Bukan Gorengan, 3 Makanan Sehat Ini Justru Jadi Penyebab Perut Buncit Susah Kempis

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

12 - Jan - 2026, 07:20

Perut buncit. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Banyak orang sudah berusaha menjalani pola makan sehat demi mengecilkan perut dan menurunkan berat badan. Mulai dari mengganti camilan dengan produk tinggi protein hingga rutin mengonsumsi yogurt dan buah-buahan kering. 

Namun, meski merasa sudah makan lebih sehat, tak sedikit yang justru melihat perut tetap buncit dan berat badan sulit turun. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa makanan yang tampak sehat ternyata menyimpan kalori dan gula tersembunyi.

Baca Juga : Zodiak Paling Hoki 12 Januari 2026: Gemini Banjir Rezeki, Libra Panen Kebahagiaan

Ahli gizi Sarah Garone NDTR CNC mengungkap bahwa ada sejumlah makanan populer yang kerap dianggap aman untuk diet, padahal justru bisa menghambat pembakaran lemak, khususnya di area perut.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut tiga makanan tersebut.

1. Protein Bar

Protein bar sering dipilih sebagai camilan praktis yang diklaim membantu diet karena kandungan proteinnya tinggi. Memang benar, protein bisa membantu membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Namun, menurut Sarah Garone, tidak semua protein bar layak disebut camilan sehat.

“Protein bar sering disebut sebagai makanan tambahan yang sehat untuk diet karena kandungan proteinnya yang tinggi membantu rasa kenyang. Tetapi sebagian besar protein bar sangat diproses dan sering mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi,” ujar Garone.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak protein bar memiliki kalori yang cukup besar. “Kandungan kalorinya bisa lebih tinggi dari yang Anda butuhkan untuk sekadar camilan. Jika tujuan Anda menurunkan berat badan, ini justru bisa menghambat hasilnya,” lanjutnya.

2. Yogurt Berperisa

Yogurt memang dikenal baik untuk pencernaan karena kaya akan probiotik. Namun, jenis yogurt berperisa seperti stroberi, blueberry, atau vanila sering mengandung gula tambahan yang cukup tinggi.

“Selain tinggi kalori, yogurt berperisa dapat meningkatkan kadar gula darah, yang kemudian memicu keinginan makan berlebihan,” kata Garone.

Ia menambahkan bahwa label kemasan sering menyesatkan. “Banyak produk terlihat sehat di bagian depan kemasan, tetapi jika melihat label nutrisinya, Anda akan menemukan kandungan gula yang tinggi. Pilihlah yogurt dengan tambahan gula minimal atau tanpa gula sama sekali,” jelasnya.

Baca Juga : Dukung Aurelie Moeremans, Hesti Purwadinata dan Suami Dapat Teror hingga Ancaman

3. Buah Kering

Buah kering sering dijadikan camilan sehat karena berasal dari buah asli. Namun proses pengeringan menghilangkan kandungan airnya sehingga kalorinya menjadi lebih padat.

“Karena kandungan airnya jauh lebih sedikit, buah kering memiliki kalori yang lebih tinggi dibandingkan buah segar berdasarkan beratnya,” ungkap Garone.

Ia menekankan bahwa buah segar lebih membantu program diet. “Air dalam buah segar dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu pencernaan. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, sebaiknya prioritaskan buah segar dan konsumsi buah kering hanya dalam jumlah kecil,” ungkapnya.

Tidak semua makanan yang terlihat sehat benar-benar mendukung usaha mengecilkan perut. Protein bar, yogurt berperisa, dan buah kering tetap bisa menjadi bagian dari pola makan, tetapi jika dikonsumsi tanpa kontrol, justru dapat memperlambat penurunan lemak di area perut.

Dengan lebih teliti membaca label nutrisi dan memilih makanan yang minim gula serta rendah olahan, hasil diet pun bisa lebih optimal.