Renungan Seorang Pasien | Kediri TIMES

Renungan Seorang Pasien

Jan 04, 2015 20:22
Rurin Hamarta
Rurin Hamarta

Oleh: Rurin Hamarta

Ini hari ke tujuh saya menginap di rumah sakit. Saya pingsan tanggal 6 hari lalu, dan seorang teman melarikan saya ke rumah sakit untuk perawatan. Peristiwanya sederhana, hari itu saya bekerja sehari penuh sejak jam 7 pagi hingga jam 12 malam,  sibuk memindahkan dokumen kantor dan memindahkan perabot di kantor, serta mebuat perpustakaan dalam 1 hari. Saya menginginkan semua selesai hari itu juga. Harus hari itu juga harus selesai, karena besok hari sudah berbeda. Besok adalah hari baru bagi saya.. saya bekerja sangat keras.  Khusus untuk  hari ini batasan saya  adalah tanpa batas…

Hari itu juga saya putuskan untuk tidak meminta tenaga bantuan.  Saya melakukan semua sendiri. Tahun 2014 lalu, adalah tahun buruk bagi rasa kepercayaan saya. 3 orang yang saya percaya ber tahun tahun menghianati saya dengan keji. Hingga hari ini saya memilih untuk tidak mempercayai siapapun untuk membantu.

Saya bekerja 17 jam non stop tanpa berhenti, tanpa makan dan tanpa istirahat sedikitpun. Kebulatan tekad hati ,  tidak mengijinkan tubuh untuk merasakan signal buruk apapun. Akhirnya  tepat jam 24.20 malam itu ketika saya mengunci ruang perpusatakaan, saya jatuh tidak sadarkan diri. BLACK OUT..

Sejatinya hari itu saya tidak bekerja dengan tekad, tapi dengan kemarahan. Saya berjanji meninggalkan segala hal yang membuat saya melihat masa lalu yang sama sekali tidak manis.  Maka semua hal yang membuat saya ingat pada masa lalu, saya musnahkan. TERMINATED.

Saya bertekad menyeberang ke hari baru, dan membakar jembatan di belakang agar saya tidak kembali lagi. Sejatinya saya telah mengharuskan diri bekerja keras seperti yang diperintahkan pikiran .Pikiranlah yang memerintahkan tubuh. Dan tubuh selalu taat pada tuannya.  Namun bila kita mendorongnya terlalu keras, tubuh akan mogok bekerja.

Setelah tidak sadarkan diri beberapa lama, saya siuman dengan kondisi biru pada hampir seluruh tubuh.

Dokter bertanya, adakah teman dan kerabat yang harus diberi tahu atas keadaan saya saat ini. Saya jawab  TIDAK.  Lalu dokter bertanya lagi, adakah yang ingin saya hubungi  agar ia bisa membantu? Saya jawab TIDAK. Saya tidak ingin seorangpun tahu keadaan saya saat ini. Dan teman yang melarikan saya ke RS sudah saya ancam untuk tidak memberitahu siapapun tentang keadaan saya….Saya ingin menikmati kesendirian dan kesunyian yang sangat mustahil saya rasakan ketika saya sehat.

(bersambung)

Topik
Opini Pasien

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya