Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Fenomena Bunuh Diri Mahasiswa di Malang Mengkhawatirkan, Akademisi Ungkap Penyebabnya

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Mar - 2026, 16:03

Placeholder
Petugas saat mengevakuasi korban di kawasan apartemen Soehat, Kota Malang. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa di Kota Malang menjadi perhatian serius. Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Fuji Puji Astutik, menyebut lebih dari 50 persen mahasiswa dalam penelitiannya memiliki kecenderungan ide bunuh diri pada tingkat sedang hingga tinggi. Kondisi ini menunjukkan masalah kesehatan mental mahasiswa perlu segera ditangani.

Kondisi ini dinilai bukan sekadar kasus individual, melainkan cerminan tekanan psikologis yang semakin kompleks di lingkungan pendidikan tinggi. Fuji mengungkapkan bahwa hasil riset yang dilakukan bersama mahasiswa menunjukkan kondisi kesehatan mental yang memprihatinkan.

Baca Juga : Asa Pengusaha Malang Agar Pahitnya Krisis 1998 Tak Terulang di Dunia Usaha

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 300 hingga 400 responden dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Malang. Dari hasil kajian itu, ditemukan bahwa lebih dari separuh responden berada dalam kategori kecenderungan ide bunuh diri tingkat sedang hingga tinggi.

“Mayoritas di atas rata-rata 50 persen berada di kategori sedang dan tinggi. Dengan kondisi seperti itu, situasinya sudah tidak bisa dikatakan baik-baik saja,” kata Fuji, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan, tekanan yang dialami mahasiswa tidak hanya berasal dari tuntutan akademik, tetapi juga dipengaruhi kuat oleh dinamika media sosial. Dalam ruang digital, banyak individu menampilkan kehidupan yang tampak sempurna, sehingga tanpa disadari menciptakan standar semu yang memberatkan secara psikologis.

Akibatnya, mahasiswa merasa terjebak dalam ekspektasi untuk selalu terlihat berhasil dan bahagia, tanpa ruang untuk menunjukkan kegagalan atau kerentanan diri.

“Di media sosial itu seolah semua orang harus terlihat sempurna. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, dan ini membuat mahasiswa merasa tertekan karena terus membandingkan diri,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Fuji menilai sudah saatnya perguruan tinggi mengubah pendekatan dalam menangani mahasiswa. Tidak cukup hanya menilai kemampuan akademik, kampus juga perlu melakukan deteksi dini terhadap kondisi mental mahasiswa sejak awal.

“Pemetaan psikologis mahasiswa baru itu penting, bahkan lebih penting daripada sekadar tes kemampuan akademik atau bahasa. Dari situ kampus bisa menyusun pola pendampingan yang lebih tepat,” tegasnya.

Selain peran kampus, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam menyediakan akses layanan kesehatan mental yang lebih inklusif. Menurutnya, langkah-langkah fisik seperti pemasangan pagar pengaman di titik rawan bukan solusi utama.

Baca Juga : Update Dugaan Pelecehan Syekh AM: DPR Bakal Panggil Korban

“Penanganan fisik itu hanya di permukaan. Yang jauh lebih penting adalah menyentuh manusianya, menyediakan akses layanan psikolog yang mudah dan terjangkau,” katanya.

Fuji pun mendorong Pemkot Malang untuk merumuskan kebijakan yang menjamin layanan konseling gratis atau berbiaya rendah bagi mahasiswa, mengingat mahalnya biaya konsultasi profesional saat ini.

Di sisi lain, peran lingkungan sosial juga tidak kalah penting. Ia menekankan bahwa empati sederhana dari orang sekitar dapat menjadi benteng awal pencegahan.

“Sering kali yang terlihat kuat justru menyimpan beban paling berat. Bahkan mereka yang biasa membantu orang lain bisa saja merasa tidak ada yang benar-benar memahami dirinya,” pungkas Fuji.

Meningkatnya kasus bunuh diri ini menjadi alarm bagi semua pihak di Kota Malang, bahwa persoalan kesehatan mental mahasiswa perlu ditangani secara serius, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Diberitakan sebelumnya, kasus bunuh diri terjadi di kawasan apartemen Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang. Selang beberapa hari, aksi bunuh diri berhasil digagalkan petuga kepolisian di kawasan jembatan Soekarno Hatta.


Topik

Peristiwa Bunuh Diri fenomena bunuh diri kesehatan mental Dosen Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Fuji Puji Astutik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa