Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Menghirup Sejuknya Napas Toleransi di Junggo: Kala Umat Hindu Menjemput Hening di Tengah Persiapan Idulfitri

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Mar - 2026, 18:45

Placeholder
Umat Hindu di Dusun Junggo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu melakukan peribadatan dalam rangkaian Tawur Agung Kesanga jelang Nyepi. (Foto: Prasetyo Lanang/ JatimTIMES)

JATIMTIMES – Denting Genta (lonceng) dan Gamelan memecah sunyi yang menyelimuti Lapangan Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Rabu pagi (18/3/2026), membawa pesan damai yang mendalam. 

Di tengah keriuhan umat muslim yang mulai bersiap menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, ratusan umat Hindu setempat justru larut dalam keheningan ritual Tawur Agung Kesanga menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Pemandangan ini menjadi potret nyata betapa indahnya toleransi di Kota Batu. Di satu sudut, kumandang selawat Ramadan sayup-sayup terdengar, sementara di sudut lain, aroma dupa dan lantunan doa suci umat Hindu membubung ke langit Bumiaji. Sebuah harmoni yang selaras dengan tema Nyepi tahun ini, Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga.

.

Sebanyak 150 warga mengenakan busana adat sembahyang lengkap dengan udeng sembari mengumandangkan pujian. Ialah Tawur Agung Kesanga, ritual rutin sehari sebelum hari suci Nyepi tahun Saka 1948/2026 masehi yang jatuh pada Kamis (19/3/2026).

Ritual ini merupakan jembatan spiritual untuk menetralisir aura negatif. Setelah sebelumnya merampungkan prosesi Melasti di sumber air, Tawur Agung menjadi momen penyucian diri, keluarga, hingga alam semesta.

"Harapannya, umat dapat menjalankan ibadah Nyepi tanpa gangguan dari unsur-unsur jahat. Fokusnya adalah pembersihan internal dan eksternal," papar Pemimpin Upacara Tawur Agung Kesanga, Tri Suhasto, atau yang akrab disapa Mangku Resi.

Ia menyebut, Momentum Nyepi kali ini terasa istimewa karena berdekatan dengan suasana menjelang Lebaran. Beragam komunitas umat agama, tokoh pemuda dan organisasi masyarakat turut terlibat dalam perayaan itu.

Mangku Resi menekankan prinsip Desa Kala Patra, sebuah kearifan lokal yang mengajarkan umat untuk selalu menyesuaikan ajaran dengan tempat dan waktu di mana bumi dipijak.

..

Nilai kebhinekaan yang diwariskan sejak ribuan tahun lalu seolah hidup kembali di tanah Junggo. "Kita hidup di satu bumi sebagai satu keluarga besar. Perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan untuk saling menjaga, apalagi di momen yang penuh berkah seperti saat ini," imbuhnya.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Hingga hari menjelang siang, prosesi Tawur Agung Kesanga dilalui dengan khidmat. Tepat pukul 11.11 WIB prosesi itu berlanjut dengan mengarak ogoh-ogoh keliling lapangan. Kegiatan yang dimaknai sebagai pengembalian sari dari alam semesta yang manusia gunakan dan ditujukan kepada para Butha.

...

Dalam prosesi Arak ogoh-ogoh Tawur Agung, Roh jahat disimbolkan dengan butakala atau ogoh-ogoh. Upacara Tawur Kesanga menjadi wujud untuk menjauhkan diri dari segala kejahatan tersebut. Sehingga saat perayaan Nyepi nantinya tidak ada gangguan dari segala hal buruk.

Tuntasnya ritual Tawur Agung menandai umat Hindu di Dusun Junggo segera memasuki masa sepi atau Catur Brata Penyepian selama 24 jam penuh. Mereka akan menjalani Amati Karya melalui yoga semadi, mengendalikan nafsu duniawi di tengah kesunyian.

"Selanjutnya sembahyang dilakukan di rumah masing-masing atau di pura," pungkas Mangku Resi.

Kesunyian Nyepi yang akan dijalani umat Hindu dan kekhusyukan Ramadan yang dijalankan umat Muslim di Kota Batu seolah menjadi bukti bahwa toleransi bukan sekadar jargon, melainkan napas kehidupan harian warga di lereng Gunung Arjuna ini.


Topik

Peristiwa Nyepi Napas Toleransi Junggo Umat Hindu Idulfitri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kediri Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni