Targetkan Ekspor, Mas Dhito Canangkan Desa Kopi Organik | Kediri TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Targetkan Ekspor, Mas Dhito Canangkan Desa Kopi Organik

Apr 10, 2022 20:13
Bupati Kediri saat menggelar rapat.(foto : istimewa)
Bupati Kediri saat menggelar rapat.(foto : istimewa)

JATIMTIMES - Program Desa Inovasi Tani Organik (Dito) yang digalakkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kini merambah ke komoditas kopi. Pihaknya targetkan dua tahun mendatang hasil dari program tersebut sudah siap ekspor. 

Upaya yang dilakukan bupati muda yang kerap disapa Mas Dhito ini melihat karena adanya potensi  kopi yang besar di wilayah lereng Gunung Wilis. Menurutnya, Seluas 35 hektar lahan ditargetkan tahun depan akan menjadi pusat kopi organik.

Baca Juga : Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022, 16 Desa Wisata Siap Berkompetisi

Kemudian, pihaknya menyebutkan akan menunjuk Desa Jugo sebagai pilot project tersebut. Nantinya, kata Mas Dhito, kopi organik ini akan dikerjakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). “Kita akan lakukan pendapingan End to End nya. Jadi, biar bisa mencetak biji yang benar berkualitas ekspor,” katanya.

Untuk mencetak biji kopi kualitas ekspor itu, lanjut Mas Dhito, pihaknya sudah minta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), Anang Widodo untuk membuat dan me-Manage dengan baik production house untuk kopi ini. “Terutama saat kopi sudah masuk di Production House ini. Kalau production housenya baik, maka akan menghasilkan kopi yang baik juga,” tandasnya. 

Terlebih tahun depan akan beroperasinya bandara, lanjutnya, Kabupaten Kediri ini bakal jadi titik tumpu baru setelah Surabaya. Kemudian, menyambut hal tersebut Kopi ini bakal jadi salah satu primadona UMKM yang mempunyai daya jual yang tinggi selain Nanas dan Mangga Podang. 

Terpisah, Anang menyebutkan, selain pengembangan kopi organik ini, gapoktan juga akan mendapatkan stimulan hewan ternak berupa kambing sebagai pemasok kotoran yang akan dijadikan bahan pupuk organik untuk kopi ini. 

Baca Juga : Unik, Begini Cara Petugas Tol Pisangan Dapatkan Menu Buka Puasa

“Ada penguatan ternak. Gapoktan akan mendapatkan kambing yang akan berkembang biak. Dan kotorannya, akan dikembalikan menjadi pupuk untuk kopi ini,” terangnya. 

Perihal target ekspor yang dicanangkan Mas Dhito, Anang menuturkan jika produksi lancar, di akhir tahun 2023 atau awal 2024 Kabupaten Kediri sudah bisa ekspor minimal 1 ton kopi organik.  Terakhir, Anang mengatakan tujuan ekspor yang direncanakan ada 10 negara termasuk negara timur tengah dan Malaysia.(adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Hanindhito Himawan Pramana Bupati Kediri Mas Dhito

Berita Lainnya