4 Ribu GTT Tulungagung Berebut 1.300 Kursi untuk Jadi P3K | Kediri TIMES

4 Ribu GTT Tulungagung Berebut 1.300 Kursi untuk Jadi P3K

Sep 13, 2021 19:29
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo meninjau pelaksanaan tes PPPK. Senin, 13/9/2021. (Foto: Dok. Humas Pemkab.)
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo meninjau pelaksanaan tes PPPK. Senin, 13/9/2021. (Foto: Dok. Humas Pemkab.)

JATIMTIMES - Sebanyak 4.000 peserta dari kalangan Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Tulungagung mengikuti ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Senin (13/9/2021).

Ribuan peserta itu harus bersaing maksimal karena formasi yang tersedia secara keseluruhan hanya 1.300, baik jenjang pendidikan SD sampai SMA sederajat.

Baca Juga : Mobil Gaspol Polres Tulungagung Siap Datang untuk Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Wilayah Pinggiran

"Untuk Kabupaten sekira 862 formasi jenjang SD sampai SMP, sisanya untuk formasi SMA/SMK," kata Bupati Tulungagung Maryoto Birowo usai meninjau lokasi ujian P3K. 

Menurut Maryoto, seleksi ujian P3K ini, pesertanya adalah dari kalangan guru tidak tetap yang selama ini sudah lama mengabdi. Artinya, para peserta sudah mempunyai pengalaman dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) atau sudah lengkap secara administrasi.

“Dulu, mereka dikenal sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) tapi berdasarkan PP 48 Tahun 2005 diganti guru honorer. Mereka bisa melaksanakan kerja dengan tenaga sukarela upah kerja,” ungkapnya.

Maryoto mengaku, tahun depan seleksi ujian P3K akan tetap dilaksanakan mengingat guru honorer di Tulungagung masih banyak. Selain itu, pemerintah pusat juga sudah meminta formasi untuk dilaksanakan 2 kali dan Tulungagung periode ini masih dilaksanakan 1 kali.

Berdasarkan ketentuan Menpan RB, lanjutnya, pelaksanaan ujian seleksi P3K harusnya Oktober 2020 dan Januari 2021. Tapi akhirnya mundur dan baru bisa digelar September.

Sebagai Kepala Daerah, Maryoto meminta agar para peserta ujian P3K yang mayoritas berusia di atas 35 tahun agar terus belajar dalam hal IT (Teknologi Informasi), karena di era revolusi industri 4.0 seorang guru yang tidak menguasai IT akan ketinggalan. Apalagi, telah diketahui bersama bahwa anak-anak (peserta didik) sudah pintar tentang IT, maka seorang guru harus mau belajar dan belajar.

Baca Juga : Operasi Yustisi Hanya Jaring 1 Pelanggar, Indikasi Disiplin Prokes di Tulungagung Meningkat

“Bagi seorang tenaga pendidik harus menguasai IT, jika tidak maka akan tertinggal dengan lainnya,” ucapnya.

Maryoto juga berharap, nantinya para guru honorer atau GTT di Tulungagung akan menjadi P3K. Seperti berkaca dari pengalaman 2006 hingga 2009 dari GTT/PTT yang menjadi P3K sebanyak 2.118. 

Pelaksanaan tes P3K dilaksanakan di SMKN 1 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMKN 3 Boyolangu, SMAN 1 Boyolangu dan SMAN 1 Ngunut. Sedangkan yang diujikan dalam tes meliputi Tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dan Tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). Dengan materi ujian tes yaitu tes manajerial dan sosiokultural, tes wawancara, dan tes kompetensi teknis.

Topik
guru tidak tetap tulungagung Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Bupati Tulungagung

Berita Lainnya