Angka Kematian Tinggi, Wali Kota Kediri Ancam Klinik yang Tolak Ibu Hamil Pasien Covid-19 | Kediri TIMES

Angka Kematian Tinggi, Wali Kota Kediri Ancam Klinik yang Tolak Ibu Hamil Pasien Covid-19

Aug 02, 2021 19:07
Sejumlah petugas pemakaman pasien covid-19 Kota Kediri. (Foto: Ist)
Sejumlah petugas pemakaman pasien covid-19 Kota Kediri. (Foto: Ist)

KEDIRITIMES - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menginstruksikan seluruh klinik di Kota Kediri menerima pasien ibu hamil yang terpapar Covid-19. Hal tersebut disampaikan saat rapat internal koordinasi pagi penanganan covid (KOPI PAID) Senin (02/08) pagi. 

“Dinas Kesehatan segera kirim kembali imbauan ke klinik-klinik bersalin. Nantinya, jika ada yang masih menolak akan ada surat peringatan dan bisa dicabut izinnya,” ujar Mas Abu panggilan akrab Abdullah Abu Bakar.

Baca Juga : 114 Jiwa Anak Melayang di Jatim, Terserang Covid-19

Mas Abu juga menyampaikan bagi ibu hamil yang terpapar Covid-19 agar tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. "Ibu hamil ini rentan apalagi bila positif covid jadi perlu dibawa ke rumah sakit atau klinik agar terpantau kesehatannya secara maksimal, " jelasnya. 

Langkah tegas tersebut diambil setelah terdapat 6 kasus meninggal pada ibu hamil yang terpapar terpapar Covid-19 di Kota Kediri per bulan Juli 2021. 

Salah satunya terjadi pada istri salah satu perawat di Puskesmas Balowerti. Dengan kehamilan memasuki 36 minggu dan mengandung bayi kembar, ia harus menjalani operasi sesar setelah mengalami sesak dan kontraksi.

“Namun setelah dilakukan screening dan swab antigen, ternyata istri saya positif Covid-19 dan akhirnya dilarikan ke RS Gambiran untuk dirawat. Hasil lab juga menyatakan ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan jika saat itu langsung operasi,” ujar Andi Fatoni saat dihubungi Senin, (02/08).

Operasi akhirnya dilakukan hari Minggu (01/08) setelah hasil pemeriksaan menyatakan salah satu bayi meninggal dalam kandungan. Sebelumnya operasi dijadwalkan pada Selasa (03/08) besok. Dengan resiko tinggi, operasi berjalan dan sang ibu akhirnya menyusul kedua putranya pada Senin (02/08) pagi.

Duka mendalam disampaikan Ketua PKK Kota Kediri, Ferry Silvana Feronica. Ia menyampaikan, pada kondisi seperti ini, ibu hamil memang sangat perlu pendampingan khusus dan membekali diri dengan bermacam pengetahuan terkait Covid-19 pada ibu hamil.

Baca Juga : Malam Hari, Polresta Malang Kota Gelar Vaksinasi Door to Door bagi Tunawisma

“Ini untuk menjaga diri sendiri. Lalu sering melakukan pemeriksaan kehamilan dan screening covid ya. Jangan ditutup-tutupi jika ada keluhan, disampaikan saja semuanya saat periksa,” ujar Bunda Fey. 

Selain itu, Bunda Fey juga menyarankan bagi pasangan suami istri untuk berkenan menunda program kehamilan terlebih dahulu. Kondisi saat ini akan beresiko tinggi untuk ibu dan janin.

Saat ini, telah tercatat di Dinas Kesehatan Kota Kediri terdapat 6 kasus meninggal pada ibu hamil terpapar Covid-19 di Kota Kediri. Dan sampai saat ini masih belum ada kasus baru ibu hamil terpapar Covid-19.

Topik
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ferry silvana feronika ibu hamil positif covid 19

Berita Lainnya