Jembatan Mrican tak Jadi Dibangun nan Megah, Pemkab Kediri sedang Desain Ulang | Kediri TIMES

Jembatan Mrican tak Jadi Dibangun nan Megah, Pemkab Kediri sedang Desain Ulang

May 30, 2021 19:48
Desain ikonik Jembatan Mrican itu telah dirancang dan dianggarkan pada tahun 2019 dengan besaran angka 70 miliar rupiah. (Foto: Ist)
Desain ikonik Jembatan Mrican itu telah dirancang dan dianggarkan pada tahun 2019 dengan besaran angka 70 miliar rupiah. (Foto: Ist)

KEDIRITIMES - Warga Kabupaten Kediri Jawa Timur tak jadi memiliki jembatan ikonik nan megah senilai Rp 70 miliar rupiah. Hal ini setelah perencanaan pembangunan Jembatan Mrican mengalami perubahan anggaran.

Semula, desain ikonik Jembatan Mrican itu telah dirancang dan dianggarkan pada tahun 2019 dengan besaran angka Rp 70 miliar rupiah. Tapi sayangnya, rencana pembangunan jembatan megah tersebut gagal terdampak imbas dari refocusing anggaran Covid-19.

Baca Juga : Pemilik SPI Kota Batu Dilaporkan Kekerasan Seksual terhadap 15 Anak, Kepsek dan Kuasa Hukum Tempuh Jalan Ini

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus melakukan desain ulang. Tentunya desain tersebut juga menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

Kabid Operasional dan Pemeliharaan PUPR Kabupaten Kediri, Andri Eko Prasetyo mengatakan, sebenarnya Jembatan Mrican yang terletak di Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo itu dibangun dengan sangat megah dan ikonik.

"Awalnya memang desain Jembatan Mrican ini akan dibangun dengan konsep modern yang futuristik. Namun, disebabkan ada kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Pandemi Covid-19, maka dana yang sebelumnya untuk pembangunan kembali jembatan tersebut, jadi tidak bisa turun," katanya.

Saat disinggung mengenai desain ikonik tersebut Andri sedikit membeberkan jika jembatan itu nantinya terdapat sebuah lampu di atasnya juga ditunjang dengan trotoar untuk pejalan kaki. Sedangkan untuk jembatan itu nantinya jelas akan lebih panjang dan lebar.

"Dari Kementerian PUPR kami sudah memiliki rancangan awal bahwa jembatan ini akan mempunyai lebar 14 meter dan panjangnya 550 meter. Namun, karena anggaran terbatas maka, penataan Jembatan Mrican ini tidak jadi dibangun dengan ukuran awal. Lantas Jembatan Mrican itu nanti akan dibangun seperti apa, kalau kita bisa beri contoh mungkin kurang lebih seperti Jembatan Wijaya Kusuma Ngadiluwih Kabupaten Kediri," ungkapnya.

Baca Juga : Jembatan Kuno di Kayutangan Heritage Dipercantik, Warga akan Siapkan Perahu bagi Wisatawan

Di sisi lain, tambah Andri, dengan keterbatasan anggaran tersebut, maka pihak Pemerintah Kabupaten Kediri berupaya keras agar infrastruktur yang sempat runtuh tahun 2017 karena diterjang derasnya air itu, kembali dibangun demi kebutuhan masyarakat.

"Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri telah menghadap Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta. Pada pertemuan ini, diperoleh solusi dari keterbatasan anggaran tersebut," katanya.

Andri merinci, berdasarkan diskusi di Jakarta itu, pada nantinya Kementerian PUPR akan membantu dana pembangunan Kerangka Baja yang dipasang di bagian atas Jembatan Mrican. Kemudian, di bagian bawah jembatan, untuk realisasi pendanaannya menjadi tanggung jawab Pemkab Kediri.

Topik
Berita Kediri jembatan mrican andri eko prasetyo

Berita Lainnya