Warga Sekampung di Tulungagung Jadi Korban Bandar Arisan, Ini Modusnya | Kediri TIMES

Warga Sekampung di Tulungagung Jadi Korban Bandar Arisan, Ini Modusnya

May 08, 2021 18:51
Korban arisan saat di Satreskrim Polres Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Korban arisan saat di Satreskrim Polres Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Bandar arisan di salah satu desa di Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung dilaporkan polisi. Pasalnya, bandar arisan yang diketahui berinisial IT (perempuan) ini telah melakukan penipuan terhadap warga nyaris sekampung. 

"Itu sistemnya beli, jadi peserta arisan ini sudah diberitahu jika dalam waktu sebulan atau dua minggu akan memperoleh uang. Namun, ada syaratnya," kata salah satu korban yang bernama Ratna di Satreskrim Polres Tulungagung, Sabtu (8/5/2021). 

Baca Juga : Jelang Lebaran, Waka dan Kasat Intelkam Polres Tulungagung Berganti

Syarat yang diminta IT, disebut Ratna adalah membeli giliran dengan nilai setengah dari janji yang akan diperoleh. 

"Misalnya, dia bilang nanti kamu tanggal sekian akan dapat giliran dapat uang lima juta, tapi kamu harus membeli dengan nilai separuhnya," ujarnya. 

Karena tertarik, banyak warga mendaftar menjadi peserta dan membayar sejumlah uang sesuai yang diminta IT. "Tapi sampai batas waktu yang dijanjikan tidak cair," ungkapnya. 

Menurut Indah Widiyastuti pengacara korban, dirinya terpaksa melaporkan IT karena hingga kini puluhan atau bahkan bisa mencapai ratusan orang yang mendaftar tidak mendapat uang yang dijanjikan. Bahkan, uang beli arisan yang dibayarkan ke IT juga tidak dikembalikan ke peserta. 

"Orangnya masih di rumah, warga atau peserta ini menjadi korban," kata Indah, advokat dari Wasono Nugrohadi partner. 

Lanjut Indah, warga diduga menjadi korban penipuan modus arisan ini. Setelah mendapat iming-iming janji, banyak warga berminat menjadi peserta. 

Baca Juga : Bupati Tulungagung Berangkatkan 55 Ton Beras Zakat Fitrah, Disalurkan Pada yang Berhak

"Syarat menjadi peserta ini membeli giliran mendapatkan uang, namun setelah dibayar arisan yang dijanjikan tidak pernah cair," paparnya. 

Kedatangan warga bersama pengacara ini ke Polres Tulungagung untuk melaporkan IT karena diduga dengan sengaja melakukan aksi penipuan dengan penggelapan pada korban-korbannya. 

Hingga berita ini diturunkan, warga masih diminta keterangan di ruang penyidik dan belum diperoleh keterangan dari pihak kepolisian. 

 

Topik
bandar arisan warga tertipu arisan arisan di tulungagung penipuan arisan modus arisan

Berita Lainnya