Keutamaan Muslim yang Meninggal di Bulan Ramadan, Begini Penjelasannya | Kediri TIMES

Keutamaan Muslim yang Meninggal di Bulan Ramadan, Begini Penjelasannya

May 08, 2021 09:57
Ilustrasi (Foto:  Pesantren.ID)
Ilustrasi (Foto: Pesantren.ID)

INDONESIATIMES - Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan kebaikan. Amal ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini tentunya akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. 

Pintu surga pun terbuka lebar untuk umat Islam yang menaati segala ajaran serta menjauhi larangan Allah SWT. Namun, bagaimana dengan amalan seseorang yang ternyata harus tutup usia atau meninggal di bulan suci Ramadan? 

Baca Juga : Niat, Hukum, Tata Cara dan Ketentuan Pelaksanaan Mengganti Puasa Ramadan

Seperti apa juga keutamaan tentang hal tersebut? Beberapa firman Allah SWT dalam Al-Qur'an menjelaskan sebab manusia masuk surga yakni dari amal kebajikan mereka.

Seperti yang disebutkan dalam Surat Az Zuhruf ayat 72. Itulah surga yang diberikan kepada kalian disebabkan amal yang telah kalian kerjakan.

Selain itu, terdapat pula penjelasan dalam Surat Al A’raf ayat 43. Mereka dipanggil, " Itulah surga yang diberikan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”

Meninggal di waktu mulia tak menjamin masuk surga

Penjelasan itu menjawab kemungkinan, waktu yang mulia maupun tempat yang mulia tidak menjamin penghuninya masuk surga.

Mengenai hal ini, kita dapat merujuk pada pendapat Imam Malik dalam kitabnya Al Mutwatha'.

Dalam kitab itu, Imam Malik menulis kisah saat Nabi Muhammad SAW mempersaudarakan antara Abu Darda dengan Salman al-Farisi RA, sehingga keduanya menjadi keluarga yang sangat dekat.

Kemudian Salman membalas surat dengan mengatakan: Imam Malik meriwayatkan dari Yahya bin Said, bahwa Abu Darda pernah menulis surat kepada Salman al-Farisi, yang isinya meminta Salman untuk pindah dan tinggal di tanah yang disucikan (negri Syam).

Baca Juga : Masjid Badshahi yang Kemegahannya Sudah Terlihat dari Jarak 16 Km, Pernah jadi Pangkalan Militer

“Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya.”

Perlu diketahui, dulu Makkah dihuni oleh kaum musyrikin. Mereka yang tinggal di sana bukan berarti menjadi lebih mulia.

Sama halnya dengan orang yang meninggal pada bulan Ramadan, tidak semua dijamin husnul khotimah. Hanya amalan mereka di dunia yang menjadi jaminan apakah kematiannya husnul khotimah atau suul khotimah.

Berbeda halnya jika meninggal di bulan Ramadan dalam keadaan berpuasa. Meninggal dalam keadaan berpuasa berarti dia sedang mengerjakan amal ibadah.

Hal itu juga dijelaskan dari Hudzaifah RA dalam hadis riwayat Imam Ahmad. Rasulullah SAW menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal.

“Siapa yang menyatakan Laa ilaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga. Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hiudpnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga,” (HR. Ahmad, dan disahihkan oleh Syuaib al-Arnauth).

Topik
Ramadan surga Imam Malik meninggal saat Ramadan

Berita Lainnya