Pemkab Kediri Gelar Konsultasi Publik Penyusunan AMDAL Jalan Tol Kediri- Tulungagung | Kediri TIMES

Pemkab Kediri Gelar Konsultasi Publik Penyusunan AMDAL Jalan Tol Kediri- Tulungagung

May 07, 2021 20:49
Konsultasi AMDAL proyek pembangunan jalan tol Kediri - Tulungagung. (Eko Arif S/ jatimtimes)
Konsultasi AMDAL proyek pembangunan jalan tol Kediri - Tulungagung. (Eko Arif S/ jatimtimes)

KEDIRITIMES  - Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar konsultasi publik untuk penyusunan Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) rencana proyek jalan tol Kediri-Tulungagung. 

Konsultasi publik ini diikuti sejumlah perwakilan masyarakat, kepala desa, camat, serta Forkompinca yang berasal dari daerah terdampak pembangunan proyek jalan tol yang akan melintasi Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung , serta Kota Kediri dan memiliki panjang 44,51 KM.  

Baca Juga : Mengganti Puasa Ramadan Tak Dianjurkan di Hari Jumat, Berikut Penjelasannya

Dari angka itu 37, 35 km merupakan jalan utama atau Main Road sedangkan sisanya 7,16 km adalah jalan akses Bandara Kediri.  

Turut tercakup dalam rencana proyek jalan tol 4 Simpang Susun yakni Simpang Susun Kediri, Simpang Susun Mojo, Simpang Susun Karangrejo dan Simpang Susun Tulungagung serta dua unit Rest Area Tipe A. 

Di wilayah Kabupaten Kediri proyek jalan tol ini akan melewati 4 desa di kecamatan Banyakan, 5 desa di Kecamatan Semen, dan 14 desa di Kecamatan Mojo. 

Dalam konsultasi publik yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat di Pendapa Panjalu Djayati, Kabupaten Kediri itu sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan beberapa saran, pendapat, dan anggapan (SPT) atas rencana kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan mereka. 

Proyek jalan tol Kediri-Tulungagung sendiri dibangun dengan sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) 

"Konsultasi publik adalah bagian proses yang harus dilalui di setiap proyek pembangunan. Harus ada pembicaraan agar tidak ada mal administrasi proyek jalan tol Kediri- Tulungagung," terang Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

MasBup Dhito - panggilan akrab Bupati menuturkan jika terjadi kendala akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

Baca Juga : Terus Berprogress, Bappeda Kota Malang Optimalisasi SIPD hingga Tingkat Kelurahan

“Dalam hal ini pemerintah kabupaten jadi mediator penghubung masyarakat dan Gudang Garam. Kalau ada yang merasa dirugikan akan kita cari jalan tengahnya,” tambahnya. 

Selain konsultasi publik, nantinya juga akan ada kuisioner terkait dampak-dampak lain di masyarakat. Kuisioner diberikan kepada para masyarakat yang berhalangan hadir dalam kegiatan konsultasi publik. 

"Agar kekhawatiran masyarakat kami betul-betul memahami. Akan menjadi kajian kami untuk bisa menelaah di masyarakat perspektif negatif dan positif seperti apa. Dan kita carikan solusi," tutur Team Leader PT Karsa Buana Lestari Titin Setyorini, penyusunan AMDAL. 

Survei pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung direncanakan dilakukan 2021, sedangkan konstruksi akan mulai dilaksanakan pada 2022.  

Konsultasi publik ditutup dengan kesepakatan berita acara dengan 3 perwakilan masyarakat, perwakilan kepala dinas lingkungan hidup, Camat Banyakan, Mojo, Semen.

Topik
amdal jalan tol jalan tol kediri tol kediri tulungagung

Berita Lainnya