Rawan Peredaran Narkoba di Kediri, Lapas Kediri Gagalkan 7 Kali Penyelundupan Narkoba | Kediri TIMES

Rawan Peredaran Narkoba di Kediri, Lapas Kediri Gagalkan 7 Kali Penyelundupan Narkoba

May 07, 2021 20:39
Petugas Lapas menunjukkan tempat yang dijadikan penyelundupan narkoba. (Eko Arif S/ jatimtimes)
Petugas Lapas menunjukkan tempat yang dijadikan penyelundupan narkoba. (Eko Arif S/ jatimtimes)

KEDIRITIMES - Penyelundupan narkoba yang kian marak terjadi beberapa bulan terakhir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Kediri, perlu adanya penyikapan  serius dari sejumlah aparat penegak hukum.

Pasalnya, belum genap setengah tahun ini, pihak Lapas Kediri tercatat telah menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas sebanyak 7 kali.

Baca Juga : Tata Cara dan Niat Salat Idul Fitri Sendiri atau Berjamaah di Rumah di Tengah Pandemi Covid-19

Bahkan, dengan jumlah temuan yang terbilang cukup besar tersebut menjadikan Lapas Kelas II A Kediri pada tahun 2021 ini mendapatkan penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), terkait Lapas se Indonesia, yang paling banyak melakukan penggagalan penyelundupan narkoba ke dalam lapas. 

Dengan kata lain, penghargaan yang diperoleh Lapas Kelas II A Kediri tersebut sebenarnya meninggalkan pesan keprihatinan terhadap tingkat kerawanan terhadap peredaran narkoba di wilayah Kota Kediri.

Kepala Keamanan Lapas Kelas II A Kediri Sastra Irawan mengatakan, 7 kasus kejadian penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan oleh Lapas Kediri dimulai pada bulan Februari terdapat 4 kejadian, Maret 2 kejadian dan terakhir terjadi pada bulan Mei ini.

Sastra membeberkan, modus yang dipergunakan pelaku dalam penyelundupan tersebut dilakukan cukup beragam, mulai diselundupkan melalui pelemparan yang diarahkan dari luar tembok ke area brandgang (area tembok dalam) lapas dan penyelundupan menggunakan modus pengiriman barang berupa sampo yang dilakukan oleh pengunjung.

"Selain melalui pelemparan dari luar tembok lapas, penyelundupan narkoba ini terbongkar setelah petugas memeriksa barang kiriman penghuni lapas menggunakan x-ray. Saat itu petugas menemukan benda mencurigakan dalam botol sampo. Saat dibuka isinya benar, terdapat lima paket kecil kristal putih yang diduga jenis sabu sabu. Sabu itu dibungkus seperti stik lalu dililit isolasi hitam. Beratnya sekitar 3,73 gram. Dan temuan ini merupakan temuan terbaru di bulan Mei," ujar Sastra.

Sastra mengungkapkan, jika percobaan penyelundupan barang di Lapas Kediri terbilang cukup banyak. 

"Bila dihitung temuan mendapati narkoba memang ditemukan sebanyak 8 kali. Namun bila berbicara temuan barang lain seperti handphone, hal ini sering kita temukan dan jumlahnya sangatlah banyak. Jadi selain narkoba, ada juga handphone yang coba diselundupkan ke dalam Lapas ini," ungkapnya.

Baca Juga : Wali Kota Kediri Bersama Forkopimda dan Ulama Ajak Masyarakat Salat Idul Fitri di Rumah

Lebih lanjut, Sastra mengatakan, dengan tingkat kerawanan yang terbilang tinggi terhadap penyelundupan narkoba di Lapas Kelas II A Kediri, dirinya mengaku akan menambah kesiagaan di lingkungan Lapas. Termasuk untuk menambah rekaman CCTV.

"Kita akan menambah rekaman CCTV di sejumlah titik yang sering menjadi lokasi penyelundupan. Dan saat ini masih proses pengajuan," ucapnya.

Terpisah, Kasat Resnarkoba Polres Kediri Kota AKP Subijanto mengungkapkan telah menerima laporan terkait adanya percobaan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas. Mendapati laporan tersebut, kepolisian Satresnarkoba Polres Kediri Kota masih melakukan penyelidikan mengenai penyelundupan sabu di lingkungan Lapas Kediri.

"Masih lakukan pemantauan di sekitar lapas sesuai jam-jam tertentu dan meminta bantuan warga sekitar untuk ikut mantau orang yang mencurigakan," ujar Subijanto.

Topik
Lapas Kediri Peredaran Narkoba omset jasa pengiriman barang

Berita Lainnya