Perselisihan Hubungan Industri Karyawan dan PT Wage Karya Wahyu Lestari Berakhir Damai | Kediri TIMES

Perselisihan Hubungan Industri Karyawan dan PT Wage Karya Wahyu Lestari Berakhir Damai

May 07, 2021 16:14
Suasana mediasi yang dilakukan Disnakertrans Tulungagung. Jum'at 07/05/2021. (Foto: Dok. Humas Disnaker)
Suasana mediasi yang dilakukan Disnakertrans Tulungagung. Jum'at 07/05/2021. (Foto: Dok. Humas Disnaker)

TULUNGAGUNGTIMES - Ditandatanganinya kesepakatan bersama antara PT Wage Karya Wahyu Lestari dengan perwakilan karyawan, Jum'at (7/5/2021) menandakan bahwa Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) antara kedua belah pihak dinyatakan selesai.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung Agus Santoso mengatakan, telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak yang dituangkan dalam surat kesepakatan bersama bermaterai dan disaksikan oleh Disnakertrans Tulungagung.

Baca Juga : Sederet Tradisi Lebaran Unik di Berbagai Negara, Di Turki Hanya Pria Saja yang Salat Id di Masjid

"Dengan kesepakatan mufakat ini akhirnya kedua belah pihak menyetujui dan membubuhkan tandatangan di atas materai," kata pria yang akrab disapa Agus Banteng usai rapat mediasi di auditorium lantai 2 kantor Disnakertrans Tulungagung.

Menurut Agus, pertemuan hari ini, merupakan pertemuan yang ketiga kalinya dalam mediasi menyelesaikan sengketa PHI antara perusahaan dengan karyawan, yang akhirnya bisa berbuah kesepakatan mufakat dari 18 tuntutan karyawan.

Untuk masalah status karyawan, lanjutnya, sebelumnya sempat ada penundaan, dan kedua belah pihak minta untuk diselesaikan secara bipartit, tapi pada akhirnya tuntutan tersebut dikabulkan oleh pihak perusahaan dari 63 karyawan diakomodir 41 karyawan diangkat sebagai karyawan tetap atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

"Dengan diakomodir 41 karyawan tersebut sebenarnya dengan mengacu aturan juga. Kesesuaian dengan aturan dari bobot karyawan itu diseleksi dan mendapat jumlah tersebut. Ke depan juga berlaku bagi kontrak karyawan lain akan diseleksi secara bertahap," jelasnya.

Agus mengaku, penyelesaian polemik sengketa PHI itu terhitung sangat cepat sekali. Karena tidak sampai kurun waktu 1 bulan, sengketa PHI tersebut dapat terselesaikan. Dalam penyelesaian, kata Agus, pihaknya bersikap netral sehingga sengketa tersebut selesai dengan waktu relatif singkat.

"Kuncinya itu kerjasama, komunikasi baik dengan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur yang ada di Tulungagung, maupun dengan manajemen perusahaan dan tentunya juga dengan karyawan yang bersangkutan," ungkap Agus.

Untuk mengantisipasi hal serupa tidak terulang lagi, dirinya akan mengadakan sosialisasi aturan terkait ketenagakerjaan kepada semua perusahaan. Karena menurutnya, selama ini dimungkinkan banyak yang tidak tahu tentang aturan tersebut. 

"Kita akan jelaskan kepada serikat buruh, federasi buruh agar tidak terjadi miss komunikasi atau kesalahpahaman," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Manajer PT Wage Karya Wahyu Lestari Joko Rahmadi mengatakan, dari 63 karyawan yang mengajukan, setelah dilakukan evaluasi, perusahaan dapat mengakomodir 41 karyawan sebagai pekerja tetap dengan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan dari perusahaan.

Baca Juga : Bermodal Kain Perca, Lukisan Seniman Asal Malang Melenggang hingga Shanghai China

“Kita ini melaksanakan mengenai ketenagakerjaan sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Undang-Undang Cipta Kerja,” katanya.

Untuk diketahui, kesepakatan bersama yang telah ditandatangani kedua belah pihak adalah sebagai berikut :

1. Bahwa pihak pertama akan menerima 41 orang pekerja sebagai pekerja tetap di PT Wage Karya Wahyu Lestari terhitung mulai tanggal 17 Mei 2021 dengan menandatangani perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

2. Bahwa perhitungan masa pekerja diterima sebagai pekerja tetap sebagaimana tersebut di atas, akan dihitung sejak tanggal ditandatanganinya PKWTT antara pihak pertama dengan pekerja.

3. Bahwa dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama ini, maka pekerja yang diterima sebagai karyawan tetap tidak akan melakukan tuntutan dalam bentuk apapun selama bekerja sebagai PWKTT di perusahaan pihak pertama.

4. Bahwa permasalahan mengenai K3 di perusahaan, pihak pertama akan bersedia memperbaiki sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan pembinaan pengawas ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Jawa Timur.

5. Dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama ini maka segala perselisihan yang menyangkut mengenai status pekerja dinyatakan telah selesai dengan tuntas, dan masing-masing pihak tidak akan mengajukan tuntutan dalam bentuk apapun dikemudian hari termasuk mengenai keabsahan kesepakatan bersama ini.

Topik
perselisihan hubungan industri PT Wage Karya Wahyu Lestari Disnakertrans Tulungagung

Berita Lainnya