Geger Kemunculan Kekaisaran Sunda Nusantara yang Bermarkas di Depok, Ini Kegiatannya | Kediri TIMES

Geger Kemunculan Kekaisaran Sunda Nusantara yang Bermarkas di Depok, Ini Kegiatannya

May 07, 2021 11:08
RumahJenderal Pertama Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara (Foto: Tribunnews)
RumahJenderal Pertama Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara (Foto: Tribunnews)

INDONESIATIMES - Publik kembali digegerkan dengan munculnya Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Hal ini berawal dari seorang pria bernama Rusdi Karepesina yang ditilang oleh polisi pada Rabu (5/5/2021).

Saat itu, ia mengaku sebagai Jenderal Pertama Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara
tersebut. Pengemudi mobil Pajero berpelat SN 45 RSD itu menyebut jika Negara Kekaisaran Sunda Nusantara berkantor di wilyah Depok, Jawa Barat

Baca Juga : Jadi Khas di Hari Lebaran, Terungkap Alasan Sosok Ayah Tak Pernah Tampil di Kaleng Biskuit Khong Guan

Negara Kekaisaran Sunda Nusantara ini dipimpin oleh seorang yang disebut Panglima Majelis Agung Archipelago. Disampaikan Rusdi, jabatan panglima itu dipegang oleh pria bernama Alex Ahmad Hadi Ngala. 

”Kami enggak ada kaisar. Adanya Pemimpin Panglima Tertinggi MASA,” kata Rusdi. 

Dijelaskan Rusdi, jika kantor mereka awalnya berada di Tangerang tapi sudah ditarik di rumah pimpinan mereka di Depok. "Kalau mau datang ke sana saja di Jalan Ciliwung, Depok," jelasnya.

Lebih lanjut, Rusdi menyebut jika jumlah anggota dalam kekaisaran ini terbilang banyak bahkan mencapai ribuan. Ia menegaskan jika Kekaisaran Sunda Nusantara ini berbeda dengan kelompok Sunda Empire

”Kita enggak heboh-heboh kayak Sunda Empire, enggak pernah rapat-rapat, pada saat ada perintah pimpinan ayo ke sini, cuma lewat surat menyurat saja," tuturnya.

Kekaisaran Sunda Nusantara mulai menjadi perbincangan setelah polisi menilang Rusdi di ruas Jalan Tol Cawang. Saat itu Rusdi Karepesina selaku pengemudi memberikan STNK terbitan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. 

Polisi pun menilang Rusdi karena dinilai tak memiliki STNK dan penggunaan nomor polisi yang tidak sesuai ketentuan. Atas pelanggaran tersebut, Rusdi dikenakan sanksi tilang berdasarkan Pasal 288 dan 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca Juga : Sejarah Mudik Lebaran, Ternyata sudah Ada Sejak Era Kolonial

Untuk diketahui, mobil berpelat nomor biru SN-45-RSD setelah dicek dalam register kepolisian bernomor polisi B-8462-BP. 

"Jadi kendaran itu pelat B, cek diregister kendaraan terdaftar bukan atas nama yang bawa mobil hari itu," ujar Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Akmal. 

Adapun pemilik mobil sebelum dimiliki Rusdi ialah berinisial S. Namun, mobil itu sudah dijual dan berpindahtangan ke Rusdi.

Polisi diketahui telah menyita Surat Kelayakan Mengemudi (SKM) A dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB) SN 45 RSD terbitan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Surat-surat itu, juga dibuat sesuai ketentuan yang mereka buat sendiri.

Penerbitannya pun dinilai tak sesuai dengan ketentuan resmi dari Polri selaku lembaga yang berwenang menerbitkan SIM dan STNK.

Topik
Kekaisaran Sunda Nusantara Jawa Barat sunda empire

Berita Lainnya