Saking Kayanya, Kaisar dari Afrika Ini Sampai Menyebabkan Inflasi di Mesir | Kediri TIMES

Saking Kayanya, Kaisar dari Afrika Ini Sampai Menyebabkan Inflasi di Mesir

May 06, 2021 12:03
Mansa Musa (Foto: inikepri.com)
Mansa Musa (Foto: inikepri.com)

INDONESIATIMES - Pernahkah kalian mendengar tentang Mansa Musa? Ya, Mansa Musa disebut sebagai orang terkaya sepanjang masa.  

Melansir melalui Time, ia merupakan penguasa Afrika Barat di abad ke-14. Mansa Musa kerap disamakan dengan karakter fiksi di marvel Comics, Black Panther, yakni raja dari Wakanda. 

Baca Juga : Masjid Badshahi yang Kemegahannya Sudah Terlihat dari Jarak 16 Km, Pernah jadi Pangkalan Militer

Disebutkan jika kekayaan Musa tak bisa dikalahkan oleh orang terkaya manapun, baik yang tercatat maupun tidak. "Tidak ada hitungan angka pasti mengenai jumlah kekayaan Musa," ujar penulis Time Jacob Davidson. 

Mansa Musa (Mansa yang berarti raja atau sultan) memerintah Mali pada abad ke-14. Di mana, wilayah kekuasaannya kala itu dipenuhi dengan sumber kekayaan alam yang melimpah, yang didominasi emas.

Ia juga dikenal sebagai pemimpin militer yang sukses. Selama memerintah, Musa berhasil menundukkan 24 kota. 

Kekuasaannya meluas secara mengagumkan yang diperkirakan mencapai 2.000 mil. Musa juga berhasil menyatukan Timbuktu dan merebut kembali kekuasaan dari Gao.

Kekayaan Musa lantas baru dikenal oleh dunia saat raja muslim ini melakukan perjalanan haji ke kota Makkah pada tahun 1324. Kala perjalanannya saat itu, Mansa Musa bersama ribuan rombongan yang membawa tumpukan emas dan membagi-bagikannya pada kaum miskin yang ditemui selama perjalanan.

"Dia membawa karavan sebanyak mata bisa memandang," tulis Smith.

Musa dilaporkan membawa 60.000 karavan atau kereta kuda yang meliputi 1.000 orang, 100 unta pembawa emas, pemusik pribadi raja, dan 500 budak yang juga membawa emas.

Sejarahwan, Ibn Khaldun, yang mewawancarai salah 1 peserta perjalanan Musa mengatakan di setiap perhentiannya dia memberi makanan langka. Peralatan kebutuhan pribadinya bahwa dibawakan oleh 12.000 budak wanita yang memakai gaun dan sutra Yaman.

Bahkan, saking kayanya Musa menyebabkan inflasi di Mesir. "Mansa Musa juga tidak pelit atau kikir. Dia akan menyumbang kepada setiap orang miskin yang ditemui. Saat dia berhenti di Kairo, dia memberikan emas berlimpah pada orang miskin yang langsung menyebabkan inflasi di Mesir," tuturnya.

Baca Juga : Sederet Tradisi Lebaran Unik di Berbagai Negara, Di Turki Hanya Pria Saja yang Salat Id di Masjid

Dengan kekayaannya, Mansa Musa pun tak lagi memikirkan emas. Apa yang diinginkannya ialah membantu membangun bangsa sebagai amanah agamanya. 

Dia lantas membangun sekolah, masjid, dan universitas besar di Timbuktu saat itu. Musa juga membangun masjid bersejarah di Timbuktu yang masih berdiri hingga kini yakni Djinguereber.

Kemudian, sejarahwan Chris Strobel, menulis perjalanan haji Mansa Musa yang saat itu  mengubah pandangan bangsa Eropa dalam melihat Mali menjadi sebuah negara kaya, megah, dan maju. Pandangan itylah yang menyebabkan bangsa Portugis melakukan penjajahan ke kerajaan Mali pada abad ke-15.

Musa lantas naik takhta pada 1312. Saat itu, kebanyakan negara Eropa sedang mengalami krisis emas dan perak. Sementara, kerajaan Afrika justru memiliki pasokan emas yang melimpah.

Memerintah selama 25 tahun, orang terkaya sepanjang masa ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada tahun 1337. Hingga akhirnya, sang putra, Maghan I, meneruskan pemerintahannya. 

"Peninggalan kekayaan sang raja masih bertahan hingga saat ini, seperti makam, perpustakaan, dan masjid megah yang menjadi bagian sejarah kekayaan kerajaan Mali."

Topik
Kisah Mansa Musa

Berita Lainnya