2 Kelompok Silat Bentrok, Puluhan Orang Diamankan Polisi | Kediri TIMES

2 Kelompok Silat Bentrok, Puluhan Orang Diamankan Polisi

May 06, 2021 20:39
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BLITARTIMES - Kepolisian Resort (Polres) Blitar turun tangan terkait bentrok dua kelompok perguruan silat di Kabupaten Blitar. Kejadian ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, bentrok antara dua perguruan silat terjadi pada Senin (3/5/2021) malam. Bentrok dipicu akibat hal sepele, di mana awalnya pesilat dari PSH Winongo memasang banner ucapan Hari Raya Idul Fitri di depan rumah anggotanya di Jalan Suruhwadang - Kebonsari, Kecamatan Kademangan.

Baca Juga : Polisi Tegaskan Tidak Ada Penyekatan di Dalam Kota Jember

 

Beberapa waktu kemudian tanpa alasan yang jelas, banner tersebut diturunkan oleh anggota PSH Teratai.  Penurunan banner ini memicu kemarahan dari PSH Winongo.

“Kejadian ini diawali dari faktor ego. Ada kelompok yang merasa lebih banyak entitasnya. Sehingga spanduk itu diturunkan. Situasi ini kemudian memunculkan gesekan diantara dua kelompok,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, Kamis (6/5/2021).

Tak hanya menurunkan banner, kelompok PSH Teratai juga sempat menggeruduk  rumah anggota PSH Winongo yang dijadikan sebagai basecamp. Setiba di tempat tersebut anggota PSH Teratai memancing konflik dengan melempari batu.

Tersulut emosi, dan mengetahui warga PSH Teratai cukup banyak,  kelompok PSH Winongo kemudian melakukan perlawanan  dengan membalas lemparan batu. Akibatnya ada dua orang mengalami luka karena lemparan batu. Kondisi ini juga menyebabkan TKP berantakan. Nampak sejumlah batu dan kayu berserakan di halaman rumah yang dijadikan basecamp.

Aksi bentrok diantara dua kelompok ini berhasil dibubarkan setelah polisi datang ke TKP. Selanjutnya polisi membawa sekitar 27 orang warga PSH Winongo untuk dimintai keterangan di Polsek Lodoyo Barat. Sedangkan dari warga PSH Teratai sebanyak 40 orang di bawa ke Mapolres Blitar.

Baca Juga : Modus Investasi Lahan, Emak-Emak Lakukan Penipuan Rp 48 Miliar

 

“Total ada 28 orang yang kita periksa. Status mereka sebagai saksi dan sudah kita pulangkan. Kita sudah mengantongi data siapa yang  signifikan memobilisasi pemicu gesekan tersebut," tegasnya.

Lebih dalam Leonard menyampaikan, kelompok perguruan silat di Kabupaten Blitar cukup banyak. Dirinya mengimbau, dengan kelonggaran melakukan aktivitas diharapkan seluruh kelompok juga mengimbanginya dengan ikut menjaga Kamtibmas.

“Kejadian semacam ini jangan terjadi lagi di Kabupaten Blitar. Bagi setiap kelompok silat, silahkan beraktivitas, tapi ingat tetap jaga kamtibmas. Jangan kita memaksakan kehendak karena merasa paling besar dan menindas yang minoritas," pungkas orang nomor satu di Kabupaten Blitar.

Topik
perguruan silat perguruan silat di blitar bentrok antar perguruan silat Kapolres Blitar Berita Kabupaten Blitar PSH Winongo PSH Teratai

Berita Lainnya