Menunggu Kejelasan Kompetisi Liga I, Manajemen Persik Buka Suara | Kediri TIMES

Menunggu Kejelasan Kompetisi Liga I, Manajemen Persik Buka Suara

May 05, 2021 19:46
Pemain Persik Kediri saat berlatih di stadion Brawijaya beberapa waktu lalu. (ist)
Pemain Persik Kediri saat berlatih di stadion Brawijaya beberapa waktu lalu. (ist)

KEDIRITIMES - Kejelasan digulirkannya kompetisi Liga 1 Tanah Air tahun 2021 ini masih menjadi misteri bagi banyak publik tak terkecuali peserta klub kompetisi. Karena kejelasan pelaksanaan kompetisi ini masih menunggu izin dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Memang, Pandemi Covid-19 menjadi bayang-bayang bagi institusi seperti Polri yang harus mengkaji lebih dalam, agar tidak terjadi risiko besar terhadap tingkat  keamanan masyarakat seperti saat ini terhadap penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Jadi Khas di Hari Lebaran, Terungkap Alasan Sosok Ayah Tak Pernah Tampil di Kaleng Biskuit Khong Guan

Namun, dengan usai digelarnya turnamen Piala Menpora 2021 sebagai ajang uji coba penyelenggaraan pertandingan sepak bola di tengah situasi pandemi, diharapkan dapat meyakinkan Polri dalam memberikan izin penyelenggaraan kompetisi Liga di tahun ini. 

Mengingat, selama gelaran Piala Menpora kemarin secara garis besar cukup baik dalam penerapan protokol kesehatan dan tak diketemukan penyebaran Covid-19 di lingkungan peserta klub, perangkat pertandingan, hingga di sektor jajaran panitia penyelenggara.

Sedangkan, dalam beberapa hari terakhir ini berembus kabar jika kompetisi Liga diyakini bakal bergulir pada 3 Juli 2021 nanti. Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Di mana, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia memiliki target, jika kompetisi Liga  1 dapat bergulir pada 3 Juli 2021 nanti. Keyakinan ini, memang tak terlepas dari suksesnya penyelenggaraan turnamen Piala Menpora kemarin.

Sementara itu, atas belum jelasnya jadwal hingga format kompetisi sepak bola nasional. Hal ini membuat manajemen Persik Kediri buka suara.

Diwakili oleh Media Officer Persik Kediri, Anwar Bahar Basalamah, memandang ada dua isu besar yang ada pada saat ini. Pertama adalah soal izin kompetisi dari kepolisian. Basalamah, sapaan akrab Media Officer Persik Kediri ini berharap segera ada lampu hijau dari Polri untuk menggelar kompetisi.

"Ada dua isu besar di sini. Yang pertama adalah izin. Kami diberi tahu selama turnamen (Piala Menpora 2021) bahwa liga (1 2021) akan digelar. Tapi, izin masih belum diberikan sampai sekarang," ujarnya.

Isu besar kedua adalah soal bagaimana format liga yang bakal diterapkan. Dua opsi yang memungkinkan adalah menggelar kompetisi dengan sistem home and away atau seperti turnamen yang hanya digelar di beberapa tempat.

Menyangkut perihal ini, Basalamah menyerahkan sepenuhnya pada pihak-pihak terkait. Sebab, ada berbagai hal yang perlu dipikirkan dengan matang. "Evaluasi usai turnamen ini sekarang adalah (menentukan) format terbaik untuk sepak bola di Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut, Basalamah memandang Liga 1 2021 perlu digelar secepatnya. Sebab, semakin lama kompetisi tertunda, maka akan berdampak buruk pada perkembangan sepak bola Indonesia yang sempat vakum akibat pandemi virus Corona.

Baca Juga : Semarakkan Kemilau 32 Tahun, FIFGROUP Gelar Event dan Promo Menarik

"Jangan lupakan, jika tidak memulai liga sekarang, maka sepak bola Indonesia semakin tertinggal dari negara lain dan itu tentu tidak bagus untuk tim nasional. Jadi, memang seharusnya memulai liga. Negara lain bahkan sudah bisa disaksikan oleh penonton lagi sekarang. Di sisi lain, banyak pelatih dan pemain yang menggantung hidup dengan bermain sepak bola," ucapnya.

Kompetisi Belum Jelas, Membuat Tim Belum Berani Datangkan Pemain Asing

Belum jelasnya kompetisi memang menjadi problem besar bagi peserta kompetisi liga. Salah satu problem yang muncul ialah mendatangkan pemain asing lebih cepat ketimbang jadwal kompetisi yang seyogyanya masih menjadi misteri.

Media Officer Persik Kediri Anwar Bahar Basalamah, khawatir, apabila klub terburu-terburu mengambil kebijakan untuk mendatangkan pemain asing lebih cepat yang berujung kompetisi tak jadi digelar lagi.

"Khawatir itu ada, dan itu sudah terjadi beberapa kali di tahun kemarin yang lagi-lagi kompetisi mengalami penundaan dan tak jadi digulirkan,"katanya.

Mendapati pengalaman sebelumnya, Basalamah mengaku klub untuk saat ini lebih memilih aman tak tak gegabah. "Jadi biarlah kompetisi ada kepastian dulu khususnya telah mendapat izin dari kepolisian. Setelah izin itu didapat, maka klub akan mengambil kebijakan," ungkapnya.

Basalamah mengatakan, selama ini manajemen beserta jajaran staff kepelatihan telah memantau sejumlah pemain asing sebagai persiapan apabila kompetisi liga benar-benar digulirkan di tahun 2021 ini.

Basalamah mengungkapkan, ada sejumlah pemain asing yang dianggap cocok sesuai dengan kebutuhan tim. "Tapi itu tadi, kita masih menunggu jadwal kompetisi jelas dulu. Karena kita tidak bisa pungkiri, kondisi pandemi membuat finansial tim goyah. Dan kondisi ini juga dialami banyak oleh sejumlah klub-klub lain. Jadi, keuangan benar-benar kita perhatikan, sebagai contoh dalam perekrutan pemain asing," terangnya.

Topik
Persik Kediri Berita Kediri Mochamad Iriawan anwar bahar basalamah

Berita Lainnya