Lesbumi Menolak Intoleransi dan Radikalisme atas Nama Agama | Kediri TIMES

Lesbumi Menolak Intoleransi dan Radikalisme atas Nama Agama

Apr 15, 2021 06:05
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat menggelar webinar.(eko arif s/jatimtimes)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat menggelar webinar.(eko arif s/jatimtimes)

KEDIRITIMES - Pasca teror  bom di Gedung DPRD Kota Kediri pada Senin 12 April 2021 lalu, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Kediri menggelar webinar dengan tema "Merawat Budaya Nusantara,  Menolak Intoleransi dan Radikalisme Anti-NKRI".

Dalam kegiatan ini, Lesbumi PCNU Kabupaten Kediri bekerja sama dengan PC GP Ansor Kabupaten Kediri dan PMII Cabang Kediri. Kegiatan digelar di Masjid Joglo Desa Titik, Kecamatan Senen, Kabupaten Kediri, Rabu (14/4/21) malam.

Baca Juga : BMKG Pusat Sebut Ampelgading dan Tirtoyudo Sensitif Getaran

Hadir narasumber seperti Ketua PB Lesbumi PBNU K Ngabehi Agus Sunyoto, Bupati Kediri   Hanindhito Himawan Pramana, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Djalil, Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri Gus Rizmi Haitami Azizi. Acara dipandu moderator Imam Mubarok yang menjabat wakil ketua Lesbumi PWNU Jawa Timur.

Imam Mubarok mengatakan, melihat kejadian teror bom di DPRD Kota Kediri, tampaknya ada yang mau bermain di wilayah  Kediri Raya yang notabene  sudah cukup solid. Kalau ada yang membuat kegegeran di Kediri, yang melawan kita semua.

"Kita tunjukan bahwa kesolidan ini dari kalangan Nahdlatul Ulama, khususnya Lesbumi, karena akar budaya bangsa ini ada di kebudayaan. kalau saat istiadat dihilangkan, kita yang akan menghadapinya," ujar Mubarok.

Lesbumi PWNU Jatim memandang bahwa aksi teror dengan mengatasnamakan agama yang terjadi merupakan upaya kelompok tertentu untuk merongrong kedaulatan negara melalui upaya pemusnahan akar budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Lesbumi tegas untuk melakukan perlawanan terhadap pola-pola gerakan teror yang membahayakan keutuhan negara dengan dalih agama. 

Baca Juga : Anak-Anak Korban Gempa di Malang Dapat Trauma Healing dari Kemensos

Sementara itu, Bupati Kediri Hanidhito Himawan Pramana mengaku, ancaman dari kelompok intoleran dan radikal ini benar-benar nyata adanya. Tetapi, dengan banyaknya pondok pesantren dan alim ulama yang terus menjaga, maka dirinya yakin kelompok teroris bakal sulit menularkan doktrin ajarannya kepada masyarakat Kediri. 

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat muslim, untuk merajut kebersamaan di bulan Ramadan ini. Dirinya meminta agar seluruh warga bahu-membahu melawan radikalisme dan kelompok inteleran agar tidak terpapar doktrin ideologi terorisme.

Topik
Webinar anti radikalisme Lesbumi Kabupaten Kediri Berita Kediri Bupati Kediri

Berita Lainnya