Bupati Rini: Semangat Gotong Royong Kunci Agar Indonesia Segera Bebas dari Covid-19 | Kediri TIMES

Bupati Rini: Semangat Gotong Royong Kunci Agar Indonesia Segera Bebas dari Covid-19

Apr 01, 2021 14:34
Bupati Blitar Rini Syarifah saat monitoring dan pembinaan Satgas Covid-19 di Kecamatan Kesamben. (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rini Syarifah saat monitoring dan pembinaan Satgas Covid-19 di Kecamatan Kesamben. (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

BLITARTIMES-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kembali melaksanakan monitoring dan pembinaan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tingkat desa, Kamis (1/4/2021). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengendalian dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Blitar. 

Monitoring kali ini Pemkab Blitar menerjunkan dua tim. Tim 1 dipimpin langsung Bupati Blitar Rini Syarifah melaksanakan monitoring dan pembinaan di Kecamatan Kesamben dan Kecamatan Selorejo. Sementara Tim 2 dipimpin Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Izul Marom melaksanakan monitoring dan pembinaan di Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Garum.

Baca Juga : Jika Menang Hadapi PSS Sleman, Persik Kediri Berpeluang Lolos ke Babak Selanjutnya 

 

Dalam pengarahannya di Kecamatan Kesamben dan Selorejo, Bupati Blitar Rini Syarifah menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat. Salah satu pesan di antaranya agar Satgas Covid-19 di tingkat desa untuk selalu mengutamakan koordinasi yang melibatkan seluruh tingkatan.

“Satgas di tingkat desa harus aktif berkoordinasi dengan satgas di tingkat kecamatan dan kabupaten. Koordinasi ini agar Covid-19 bisa terus terpantau perkembangannya setiap waktu,” kata Bupati Rini. 

Bupati optimis, dengan keterlibatan aktif Satgas Covid-19 di tingkat bawah maka seluruh kendala akan dapat teratasi. Kuncinya adalah seluruh elemen bergotong royong. 

“Semangat gotong royong harus terus kita bangun, agar Indonesia segera bebas dari pandemi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Blitar, Izul Marom dalam arahannya saat monitoring dan pembinaan Satgas Covid-19 di Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Garum menyampaikan, Pemkab Blitar mendorong kepada Satgas Covid-19 di tingkat desa untuk melakukan sterilisasi di tempat-tempat ibadah jelang bulan suci Ramadhan. 

Baca Juga : Unikama Punya Mahasiswa Segudang Talenta, Salah Satunya Juarai Lomba Mobile Legend 

 

“Sterilisasi harus dilakukan di masjid dan mushola jelang bulan Ramadhan. Seperti penyemprotan dan penyiapan sarana dan parasarana protokol kesehatan. Satgas Covid-19 bersama-sama dengan Muspika harus kompak dan bergotong royong. Nanti kita bergerak bersama-sama dengan Forkopimda dan Satgas di tingkat kabupaten,” katanya.

Dia menambahkan, Pemkab Blitar mengimbau kepada Satgas Covid-19 di tingkat desa untuk pro aktif melakukan monitoring kaum pendatang. Ya, meskipun pemerintah telah mengeluarkan arus mudik namun antisipasi harus tetap dilakukan. Sebab, tidak menutup kemungkinan banyak orang yang curi start untuk mudik ke kampung halaman.

“Melihat yang sudah-sudah, hari libur panjang seringkali menyumbang angka kenaikan covid-19. Oleh sebab itu, libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri mendatang juga perlu diantisipasi, terutama bagi Posko Covid-19 tingkat desa. Peran dan fungsinya harus bisa dimaksimalkan sebagai pusat perencanaan, koordinasi pengendalian dan evaluasi penanganan Covid-19 dalam skala mikro,” pungkas Izul. 

Topik
satgas covid 19 blitar covid 19 blitar

Berita Lainnya