GeNose 19 Diberlakukan di 4 Bandara, Warganet Minta Segera Menyeluruh | Kediri TIMES

GeNose 19 Diberlakukan di 4 Bandara, Warganet Minta Segera Menyeluruh

Mar 17, 2021 14:17
Penggunaan alat pendeteksi Covid-19, GeNose (Foto: Istimewa)
Penggunaan alat pendeteksi Covid-19, GeNose (Foto: Istimewa)

INDONESIATIMES – Alat pendeteksi virus Corona, GeNose 19 yang merupakan buatan para ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM) pada April mendatang akan ditetapkan menjadi syarat perjalanan untuk transportasi penerbangan bersamaan dengan hasil PRC dan Rapid Antigen.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Selasa (16/3/2021) yang membahas berbagai hal, salah satunya pelaksanaan program transportasi nasional pada saat dan pasca pandemi.

Baca Juga : Tempat Karaoke Digrebek Terkait Dugaan Prostitusi, Legislatif Minta Pemkot Blitar Evaluasi Izin Karaoke

Budi menyampaikan bahwa penerapan GeNose pada 1 April 2021 mendatang untuk penerbangan akan ditempatkan pada empat bandara, di luar Bandara Soekarno-Hatta.

“1 April mendatang, penerapan GeNose pada sektor udara, akan dilakukan pada empat bandara diluar Soekarno-Hatta, yakni Bandara Kualanamu Medan, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Internasional Jogjakarta, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya,” ucapnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V RI.

Lanjut Budi, alat pendeteksi virus corona tersebut secara perlahan akan diberlakukan dan rencananya akan tersedia di seluruh bandara di Indonesia pada Mei 2021 mendatang. Selain itu juga, ia membeberkan rencana bahwa Kemenhub akan menyediakan GeNose di seluruh 44 stasiun kereta api di Indonesia.

“Awalnya kita tidak akan gegabah, kita lakukan dulu di kereta api. Sudah ada 14 stasiun kereta api, dan kita mengharapkan bahwa 44 stasiun akan kita selesaikan,” tuturnya.

Baca Juga : Dukung Pengusaha Lokal, Pengadaan Pemkot Malang Prioritaskan Produk UMKM

Sementara itu, melalui laman resmi twitternya @PerhubunganUdara dalam unggahannya dijelaskan terkait GeNose. Dalam postingan tersebut terdapat balasan dari seorang netizen yang mengeluhkan terkait tetap masih diberlakukan penggunaan PCR. Sedangkan di Indonesia sendiri sudah tersedia alat pendeteksi virus Corona yang sudah teruji penggunaannya.

“Kalbar masih mewajibkan PCR, sementara ada tes yang lebih terjangkau. Serasa ga equal aja peraturan perjalanannya. Sementara antigen dan genose cukup deteksi awal Covid-19. Please, buat kami petugas lintas pulau yang tidak ditanggung negara ongkos pulangnya,” tulis akun @djpu151.

Topik
genose Covid 19 Perjalanan Udara

Berita Lainnya