Syaikhona Kholil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Said Abdullah Pastikan Jadi Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan | Kediri TIMES

Syaikhona Kholil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Said Abdullah Pastikan Jadi Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan

Feb 18, 2021 07:14
Anggota DPR RI dari Dapil Jatim XI (Madura), MH. Said Abdullah (Foto: Ist/JatimTIMES)
Anggota DPR RI dari Dapil Jatim XI (Madura), MH. Said Abdullah (Foto: Ist/JatimTIMES)

SUMENEPTIMES - Anggota DPR RI dari Dapil Jatim XI (Madura) MH. Said Abdullah memastikan jika usulan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional telah diproses oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

"Saya sudah hubungi Mensos dan minta agar secepatnya diproses. Mensos setuju dan menjamin usulan Waliyullah Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional akan diperjuangkan hingga ke Presiden RI," ungkap Said di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Baca Juga : Di Kabupaten Malang, Sengketa Waris Libatkan Orang Tua vs Anak Masih Ditemukan

Said menyebut, dari hasil pembicaraannya dengan Mensos, terdapat beberapa kekurangan data pendukung atas usulan tersebut dan diminta segera dilengkapi oleh Pemkab Bangkalan.

"Saya sungguh-sungguh berharap Pemkab Bangkalan melengkapi data pendukung yang dibutuhkan oleh Kemensos. Semoga gelar pahlawan nasional kepada Waliyullah Syaikhona Kholil menjadi kado bagi kita semua pada HUT ke-76 Kemerdekaan RI," ucapnya.

Syaikhona Kholil adalah ulama besar bangsa ini yang merupakan maha guru dari para ulama besar lainnya, seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, KH As 'ad Syamsul Arifin, KH Bisri Syansuri, KH Ahmad Siddiq, dan HOS Cokroaminoto.

Bahkan, Presiden Pertama yang juga Proklamator Kemerdekaan RI, Ir Soekarno mengaku dan diakui sebagai murid Syaikhona Kholil.

Bung Karno pun selalu meminta petuah dan pertimbangan dari murid-murid Syaikhona Kholil, di antaranya KH Hasyim Asy'ary dan KH Bisri Syansuri ketika usia Republik Indonesia masih seumur jagung dan menerima agresi Inggris serta buntunya diplomasi dengan Inggris.

"Fatwa resolusi jihad dari KH Hasyim Asy'ary (murid Syaikhona Kholil) yang menguatkan Bung Karno dan arek-arek Surabaya melawan agresi," urai Ketua Banggar DPR RI ini.

Syaikhona Kholil memang lahir dan tumbuh di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Namun, keluasan ilmu dan jaringan internasionalnya membuat beliau menjadi sandaran banyak ulama.

Baca Juga : Sinergi dengan Rumah Sedekah NU, Unisma Support Sisi Pendidikan

Doa dan jalan spiritual Syaikhona Kholil juga penentu lahirnya jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU).

Pada masa Belanda, Syaikhona Kholil dan pesantrennya menjadi tempat berlabuhnya para ulama yang berjuang melawan penjajahan. Akibatnya, Belanda menangkapnya. Namun, Belanda justru khawatir penahanan Syaikhona Kholil makin meningkatkan perlawanan nasional. Belanda akhirnya membebaskan Syaikhona Kholil.

Rekam jejak dan jasa besarnya terhadap bangsa dan negara ini, kata Said, sudah sepantasnya jika Pemerintah Pusat menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil.

"Bukan hanya layak dan patut untuk diperjuangkan, melainkan wajib. Tidak ada kata lain bagi kita, lebih-lebih warga Madura, mari bersama-sama memperjuangkan ini secara tulus dan ikhlas sebagai penghormatan kita kepada Waliyullah Syaikhona Kholil," tukasnya.

Topik
Syaikhona kholil DPR RI Menteri Sosial Madura Nahdlatul Ulama

Berita Lainnya