Tekan Angka Covid-19, Masyarakat Lumajang Diajak Manfaatkan Tanaman Obat Kelurga dan Akupresur | Kediri TIMES

Tekan Angka Covid-19, Masyarakat Lumajang Diajak Manfaatkan Tanaman Obat Kelurga dan Akupresur

Feb 03, 2021 12:21
Ketua TP. PKK kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq saat memberikan arahan kepada kader Asman TP PKK dan Kader Kecamatan/desa dalam rangka Penurunan Penyakit Tidak Menular (PTM)
Ketua TP. PKK kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq saat memberikan arahan kepada kader Asman TP PKK dan Kader Kecamatan/desa dalam rangka Penurunan Penyakit Tidak Menular (PTM)

LUMAJANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus melakukan inovasi dalam Penurunan Penyakit Tidak menular (PTM). Salah satu inovasi yang dilakukan yakni menggalakkan masyarakat untuk menanam tanaman obat keluarga (Toga) di area pekarangan maupun di halaman rumah milik masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq mengatakan, tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat bisa memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah. Sehingga masyarakat terus didorong untuk bisa memanfaatkan tanaman herbal tersebut.

Baca Juga : Diisukan Bakal Kembali Terapkan PSBB, Begini Penjelasan Wali Kota Malang

"Masyarakat bisa membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan," kata Musfarinah saat memberikan arahan kepada Tim Asman TP PKK dan Kader Kecamatan/desa dalam rangka Penurunan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Ruang Pertemuan Pisang Raja Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Selasa (2/2/2021).

Ia menambahkan, Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) adalah upaya masyarakat untuk memelihara kesehatannya dan mengatasi masalah kesehatan ringan secara mandiri dengan memanfaatkan toga. "Untuk itu, adanya Pawon Urip juga merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Lumajang dengan tujuan untuk ketahanan pangan dan gizi utamanya di dalam keluarga," ungkapnya.

"Peran PKK dalam pemanfaatan Toga yaitu adanya Pawon Urip yang itu bukan hanya sekedar menanam, inisiasi ini di dalam masa pandemi Covid-19 sebagai upaya yang dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan dan gizi di lingkungan keluarga," jelasnya.

Menurut dia, selain memenuhi kebutuhan obat-obatan kelurga. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (Toga) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. "Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga," terangnya.

Selanjutnya, Ia berharap pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan akupresur merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh Kader Asman. Mengingat Toga merupakan sumber obat yang mudah, murah dan aman digunakan untuk mengurangi gejala penyakit-penyakit ringan. 

Baca Juga : Wali Kota Sutiaji: Penanganan Covid-19 Tak Lagi 5M, tapi 6M

"Ini merupakan bagian dari penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Lumajang Tahun 2020, melalui sosialisasi, edukasi terhadap masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Wibowo menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dalam menjaga kesehatan masyarakat sekitar dengan melakukan pemanfaatan terhadap Toga dan akupresur.

"Harapannya Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) dapat memberi dampak yang positif dalam pemenuhan kebutuhan tanaman obat-obatan keluarga, sehingga dapat menghasilkan kualitas hidup yang sehat bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.

Topik
budidaya tanaman toga budidaya tanaman toga di lumajang Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang Berita Jatim

Berita Lainnya