Kasus Covid-19 Belum Terkendali, Berikut 5 Arahan Anyar dari Jokowi soal PPKM | Kediri TIMES

Kasus Covid-19 Belum Terkendali, Berikut 5 Arahan Anyar dari Jokowi soal PPKM

Feb 01, 2021 12:31
Rapat terbatas terkait PPKM, Jumat (29/1/2021)  (Foto :  Biro Pers Setpres)
Rapat terbatas terkait PPKM, Jumat (29/1/2021) (Foto : Biro Pers Setpres)

INDONESIATIMES – Rapat terbatas yang diadakan di Istana Bogor, pada Jumat (29/1) lalu, Presiden Joko Widodo membahas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam rapat yang diadakan di Istana Bogor tersebut presiden memberikan arahan terkait PPKM yang masih belum efektif dan tidak memberikan dampak yang signifikan penurunanan Covid-19, akan tetapi peningkatan yang lebih dominan.

Baca Juga : Selebgram Asal Malang Abdul Kadir Ditangkap karena Kasus Narkoba!

Jokowi juga terang-terangan menyampaikan hasil evaluasi PPKM yang sudah berlangsung pada tahap pertama kemarin, 11 Januari – 23 Januari lalu.

“Terkait PPKM kemarin, kita harus ngomong apa adanya. Ini sangat tidak efektif. Mobilitasnya masih tinggi, karena index mobility-nya ada. Dan juga beberapa provinsi Covid masih naik,” jelas Jokowi dalam video rapat yang diunggah pada Minggu (31/1).

Berikut 5 arahan yang disampaikan Jokowi dalam rapat yang juga dihadiri oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mendagri Tito Karnavian, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Seskab Pramono Anung, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Minta Libatkan Pakar Epidemiologi

Jokowi meminta kepada Menko yang hadir dalam rapat tersebut, agar mengajak pakar epidemiologi untuk membuat desain kebijakan PPKM yang komprehensif.

“Saya minta agar menko dapat mengajak pakar epidemiologi sebanyak-banyaknya, agar dalam mendesain kebijakan PPKM dapat lebih komprehensif,” pungkas Jokowi.

Jajaran Turun Ke Lapangan

Jokowi mengatakan implementasi PPKM tidak berjalan dengan baik, tidak adanya ketegasan dan konsisten. 

“Esensi dari PPKM itu sendiri membatasi mobilitas masyarakat, akan tetapi yang terlihat di sini implementasi yang dilakukan tidak ada ketegasan dan konsisten,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Jokowi meminta untuk jajarannya turun langsung ke lapangan. Dan mengajarkan kepada masyarakat agar dapat memahami terkait 3M.

”Saya minta agar betul-betul turun ke lapangan, dan siap dengan cara yang sederhana, agar masyarakat tahu 3M itu apa,” tambah Jokowi.

Siapkan Masker Sesuai Standar

Baca Juga : Bupati Bondowoso Tidak Divaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

Jokowi juga mengungkapkan terkait penggunaan masker. Masyarakat harus menggunakan masker yang baik dan sesuai dengan standar yang sudah dihimbau oleh pemerintah.

“Siapkan juga masker yang sesuai standar, sehingga masyarakat yang nggak pakai langsung diberi, pakai, dan diberi tahu,” tutur Jokowi.

Laksanakan Februari Dengan Vaksinasi 

Presiden Jokowi meminta jajarannya agar melaksanakan vaksinasi pada bulan Februari ini.

“Kita mengharapkan bulan Februari ini dikepung dengan vaksinasi,” ucap Jokowi.

Mengajak Tokoh Agama

Jokowi meminta agar melibatkan tokoh agama dalam merumuskan implementasi langkah di lapangan untuk menekan penularan Covid-19.

“Implementasinya seperti apa, mungkin Kementerian Agama dapat melibatkan tokoh-tokoh agamanya, TNI, Polri, dan Pak Menko juga dapat men-drive agar lapangannya bisa terjadi,” kata Jokowi.

Dari PPKM yang sudah berlangsung kemarin, menurut Jokowi, tidak adanya ketegasan dan ketidakkonsisten sehingga hal tersebut menjadi permasalahan ketidakefektifannya PPKM. Oleh sebab itu, Jokowi meminta seluruh jajarannya turun ke lapangan  menyosialisasikan protokol kesehatan dan juga menegakkan implementasi PPKM.

 

Topik
ppkm tahap II Presiden Joko Widodo

Berita Lainnya