Waspada! Kota Kediri Dikelilingi Zona Merah | Kediri TIMES

Waspada! Kota Kediri Dikelilingi Zona Merah

Jan 16, 2021 19:54
Foto. (Ilustrasi)
Foto. (Ilustrasi)

KEDIRITIMES - Tren kasus positif virus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) mengalami peningkatan yang siginifikan. Pasalnya, dilansir dari media sosial Kominfo Jatim, Gubernur Khofifah Indar Parawangsa mengumumkan ada tambahan 4 daerah yang ditetapkan sebagai zona merah. Yakni, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto.

Benar saja, berdasarkan surat Keputusan Gubernur Provinsi Jatim, 11 Januari 2021, Kota Kediri dikelilingi zona merah oleh daerah-daerah yang terdampak Covid-19. Sehingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memang harus diterapkan di Kota Kediri guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga : Rencana Vaksinasi Nakes di Kediri Ditunda, Ini Penyebabnya

Dengan demikian tercatat, total 15 kabupaten atau kota yang diterapkan PPKM menurut surat Keputusan Gubernur Jatim, termasuk Kota Kediri.

“Sejak tanggal 11 Januari kemarin hingga 25 Januari besok PPKM Kota Kediri telah diberlakukan. Jadi ada beberapa pembatasan yang memang terus kita pantau,” ungkap Eko Lukmono Kepala Satpol PP Kota Kediri, Jum’at (15/1/2021).

Menurutnya, pemantauan pembatasan ini dilakukan guna memastikan PPKM di Kota Kediri berjalan efektif. 

“Tidak hanya memantau saja. Tapi kami juga mengedukasi masyarakat bahwa kita harus tetap selalu waspada terhadap Covid-19. Apalagi berdasarkan keputusan Gubernur saat ini Kota Kediri dikelilingi zona merah,” imbuhnya.

Selain itu, di samping melakukan edukasi secara lisan, Pemerintah Kota Kediri juga mengedukasi masyarakat dengan melakukan pembagian masker. Seperti kemarin pagi, Jum’at (15/1/2021) Dinas Sosial membagikan sejumlah masker kepada para pengguna jalan, salah satunya tukang becak.

“Kami melihat para tukang becak itu kerap kali mengenakan masker yang harus sekali pakai, tapi dipakai berhari-hari. Kami juga melihat masker kain hanya punya satu. Jadi kami bagikan supaya mereka bisa ganti-ganti,” kata Triyono Kutut Kepala Dinas Sosial Kota Kediri. 

Pembagian dilakukan oleh Dinsos, Tagana (Taruna Siaga Bencana), TRC (Tim Reaksi Cepat), TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan Pekerja Sosial.

Selain tukang becak, pembagian masker juga dilakukan kepada para pengguna jalan lain, pekerja pasar dan sejumlah orang di lokasi publik yang ada di beberapa titik.

Baca Juga : Vaksinasi Kota Malang Dijadwalkan Februari 2021

Tidak berhenti di situ, untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, terutama saat berkendara, Pemerintah Kota Kediri bersama dengan TNI dan Polri melakukan operasi yustisi. Terpantau hari Jum’at kemarin (15/1/2021) tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri gelar operasi Yustisi di jalan Mayjend Sungkono, depan gedung GNI.

Hasilnya, masih ditemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan. Terutama kelalaian tidak memakai masker saat berkendara. Sebagai sanksi para pelanggar ini langsung melakukan sidang di tempat bersama dengan Kejaksaan Negeri Kota Kediri. 

Mereka akan dikenakan sejumlah denda tergantung pelanggarannya, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Selain menindak secara langsung, petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pelanggar agar tidak mengulangi perbuatannya.

Pemerintah Kota Kediri berharap, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan ini, dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menekankan bahwa saat ini Kota Kediri masih berada disituasi pandemi, sehingga penerapan protokol kesehatan 3M tidak boleh lengah.

 

 

Topik
Kota Kediri positif virus Covid 19 di Jawa Timur positif virus Covid 19 Virus Covid 19

Berita Lainnya