Sempat Terkendala Miskomunikasi, Polres Blitar Evakuasi 9 Santri Positif Covid-19 | Kediri TIMES

Sempat Terkendala Miskomunikasi, Polres Blitar Evakuasi 9 Santri Positif Covid-19

Jan 15, 2021 19:28
Polres Blitar bersama Satgas Covid-19 mengevakuasi 9 santri yang terpapar Covid-19
Polres Blitar bersama Satgas Covid-19 mengevakuasi 9 santri yang terpapar Covid-19

BLITARTIMES - Sebanyak 9 santri di Kecamatan Gandusari yang positif Covid-19 dievakuasi Tim Covid Hunter Polres Blitar, Jumat (15/1/2021). Proses evakuasi sempat diwarnai adanya miskomunikasi antara petugas dengan warga di sekitar Ponpes. 

Kesembilan santri dievakuasi dari rumah mereka di Gandusari untuk selanjutnya dibawa ke rumah isolasi khusus santri Ponpes Darul Ulum, Kelurahan Kedung Bunder, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. 

Baca Juga : Vaksin Covid-19 di Bangkalan Belum Tersedia, Dinkes: Vaksinasi Ditunda

Kegaduhan sempat terjadi karena warga sekitar ponpes mengira tempat isolasi Ponpes Darul Ulum akan digunakan untuk tempat isolasi umum untuk warga yang positif Covid-19. Padahal rumah isolasi itu digunakan khusus untuk santri positif Covid-19. 

“Awalnya ada persepsi yang salah. Karena beberapa hari terakhir ada mobilitas ambulance keluar masuk. Terjadi kekhawatiran di kalangan warga bahwa akan digunakan sebagai tempat isolasi permanen," ucap Kapolres Blitar AKPB Leonard M Sinambela.

Leonard melanjutkan, pihaknya lalu mengumpulkan mereka bersama Muspika dan Plh Sekda Kabupaten Blitar. "Kami beri pengertian kalau itu khusus untuk santri yang terkonfirmasi positif.  Tempat isolasi bagi masyarakat umum ditempatkan di LEC Garum. Persoalan bisa diselesaikan dengan duduk bersama,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti menyampaikan, para santri yang akan kembali ke ponpes memang diwajibkan melakukan rapid antigen mandiri. Dari rapid test itu ada 25 santri diketahui positif. Kemudian dilakukan tracing dan testing kepada 163 kontak erat.

“Rekomendasi kami mereka diisolasi di dalam ponpes saja. Kebijakan ini diambil mengingat masih banyak hasil swab santri lain yang belum keluar," ucap Krisna.

Rekomendasi itu didasarkan kapasitas gedung LEC Garum yang merupakan lokasi isolasi bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala sudah penuh. 

Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Tak Ikut

"Tindakan yang diambil harus cepat. Karena jika menunggu LEC ada tempat tidak mungkin. Nanti jika ada santri Ponpes Nurul Ulum yang positif, maka akan diisolasi di dalam pondoknya sendiri,” jelasnya. 

Sekedar diketahui, kluster ponpes muncul di beberapa lokasi di Kabupaten Blitar dalam beberapa waktu terakhir. Diantaranya di Kecamatan Garum, Kanigoro, Kademangan, Ponggok, Sanankulon, Talun, dan Wonotirto. 

Data per Kamis (14/1/2021) kasus  baru positif Covid-19 di Kabupaten Blitar menembus angka 107 atau tertinggi se-Jawa Timur (Jatim). 

Topik
santri positif covid 19 kluster pondok pesantren evakuasi pasien covid 19 Polres Blitar satgas covid 19 blitar berita covid 19 blitar Berita Blitar Hari Ini

Berita Lainnya