Plus Minus Jika PSSI Lanjutkan Kompetisi, Ini Kata Pelatih Persik | Kediri TIMES

Plus Minus Jika PSSI Lanjutkan Kompetisi, Ini Kata Pelatih Persik

Jan 09, 2021 19:38
Pemain Persik Kediri saat bertanding beberapa waktu yang lalu.(ist)
Pemain Persik Kediri saat bertanding beberapa waktu yang lalu.(ist)

KEDIRITIMES - Pandemi Covid-19 membuat kegiatan olahraga seolah mati suri. Beragam kejuaraan maupun turnamen yang seyogianya diselenggarakan pada 2020 harus diundur, dan tak sedikit berujung pada pembatalan.

Tak terhitung dengan jari untuk menghitung berapa banyak jadwal kompetisi olahraga yang direcoki oleh virus corona yang sudah menjadi pandemi global. Kompetisi sepakbola Liga 1 Indonesia hingga detik ini tak kunjung mendapat kepastian pelaksanannya.

Baca Juga : Pernah Menang 25-0, Ini Kemenangan Besar Timnas di Pentas Internasional yang Sulit Diulang

Namun bila kompetisi itu dilanjutkan, ada plus minus di balik dampak yang diberikan dalam pengambilan keputusan itu.

Bila melihat dari sisi positif, apabila kompetisi dilanjutkan membuat sejumlah pelaku pesepakbola yang sebelumnya kelimpungan akibat tak memiliki mata pencaharian selain dengan bermain sepakbola, maka dengan kembali dimulainya kompetisi akan membuat mereka kembali bermain dan secara otomatis pundi-pundi rupiah mereka akan kembali mengalir untuk mencukupi kebutuhan kesehariannya. 

Akan tetapi, di balik keputusan itu juga akan berdampak pada kualitas kompetisi.

Bagaimana tidak, sesuai dengan kebijakan Ketua PSSI yang berniat untuk kembali melanjutkan kompetisi di bulan Februari 2021 ini dinilai tak efektif. Mengingat mepetnya durasi waktu yang diberikan bagi peserta tim dalam melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut kompetisi tersebut.

Tentu saja, bila bicara soal sepakbola tidak terlepas dengan kondisi fisik pemain dan Teim Work. Dengan minimnya waktu persiapan tentunya cukup berpengaruh besar terhadap dua hal tersebut mengingat kompetisi sempat tertunda lama dan membuat hampir keseluruhan pemain  nganggur.

Perihal ini pun juga dibenarkan oleh Pelatih Persik Kediri, Budi Sudarsono yang menilai jika kompetisi tidak akan berjalan maksimal. Hal itu dikarenakan minimnya tim mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Padahal,  persiapan tim membuthkan waktu kurang lebih selama 2 bulan. 

"Itu kalau mau kualitas kompetisi yang berkualitas. Karena kompetisi sebelumnya juga tidak berjalan," ujarnya.

Meski demikian, Budi Sudarsono tetap berkeinginan agar kompetisi sepakbola tanah air tetap berjalan. Karena menyangkut banyak orang terutama bagi pelaku sepakbola yang tak banyak menjagakan mata pencahariannya melalui bermain sepakbola. "Ya bagaimana lagi, kita kecewa ya memang keadaannya seperti ini.

Kita cuma berharap kondisi Indonesia dapat segera normal kembali dari Covid-19. Agar kompetisi juga dapat berjalan normal," ungkapnya.

Baca Juga : Arema Kibarkan Bendera Putih, Rencana Akan Bubarkan Tim

Di samping itu, kompetisi yang rencananya akan digelar tanpa adanya sistem degradasi membuat sejumlah kelemahan yang disinyalir akan muncul di tengah kompetisi.

Seperti diungkapkan oleh Pengamat sepakbola yang juga Koordinator Save our Soccer (SOS), Akmal Marhali, mengkhawatirkan para pemain dan klub peserta Liga 1 tidak akan bermain maksimal jika Liga 1 2020 tidak menggunakan sistem degradasi. Hal ini, lanjut Akmal, dikhawatirkan akan membuat gelaran lanjutan Liga 1 2020 tidak akan kompetitif.

"Tidak adanya degradasi tidak mencerminkan esensi kompetisi. Yang dikhawatirkan dengan tidak adanya degradasi itu, pemain atau klub bermain setengah hati. Seadanya saja. Sehingga kompetisi ini tidak kompetitif," ujarnya.

Selain tidak kompetitif, Akmal juga mengkhawatirkan  terjadinya kemungkinan pengaturan skor. Di tengah kondisi seperti ini, dirinya khawatir ada pihak-pihak tertentu yang mengincar pendapatan melalui cara yang tidak halal.

"Yang dikhawatirkan lagi, akan terjadi Match Fixing atau jual beli pertandingan untuk mendapatkan pemasukan yang tidak halal di sepak bola," ungkapnya.

 

Topik
Berita Kediri Persik Kediri Pelatih Persik Kediri

Berita Lainnya