BPBD Tulungagung Copot Alat Peringatan Tsunami di Pantai Bayem | Kediri TIMES

BPBD Tulungagung Copot Alat Peringatan Tsunami di Pantai Bayem

Dec 29, 2020 16:37
Petugas BPBD saat melepas EWS di Pantai Bayem (dok. BPBD Tulungagung)
Petugas BPBD saat melepas EWS di Pantai Bayem (dok. BPBD Tulungagung)

Beberapa EWS (early warning system) atau sistem peringatan dini tsunami di pantai Bayem, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki dilepas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Senin (28/12/2020).

Pasalnya, EWS yang ada sudah rusak dimakan karat, sehingga keluar dari kotaknya dan bergelantung pada kabel.

Baca Juga : Gratiskan Vaksin Covid-19, Pemkab Tulungagung Anggarkan Belasan Miliar Rupiah

“Jadi box-nya rusak termakan karat sehingga komponen di dalamnya menggantung. Akhirnya kami lepas, kami amankan di kantor,” terang Kepala Bidang Pencegahan BPBD Tulungagung, Dedi Eka Purnama.

Dedi melanjutkan, EWS yang di Pantai Bayem sebelumnya pernah dipasang di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. Namun EWS ini mengeluarkan peringatan sendiri, sehingga membuat warga disekitar Pantai Sine panik. Karena kejadian itu, EWS sempat dirusak warga, sehingga dipindah ke Pantai Bayem.

“EWS ini juga tidak berfungsi karena belum direvitalisasi,” sambung  Dedi.

EWS yang dilepas merupakan model lama, yang masih menggunakan gelombang radio. EWS ini juga tak berfungsi lantaran baterainya hilang dicuri orang. Alat elektronik ini kemudian dihubungkan langsung dengan jaringan listrik, namun lagi-lagi rusak.  

“Kami sudah konsultasi dengan rekanan dari  provinsi, ternyata biaya revitalisasinya mahal. Lebih baik pengadaan baru,” ungkapnya.

EWS jenis baru akan menggunakan gelombang GSM yang dikunci, sehingga aman dari intervensi gelombang radio yang masuk. EWS jenis ini sudah dipasang di Pantai Gemah di Desa Keboireng dan Pantai Sidem di Desa Besole, keduanya berada di Kecamatan Besuki.

Baca Juga : Pemkab Malang Gratiskan 3.600 Rapid Test Antigen Bagi Pendatang Selama Momen Nataru

Satu EWS model lama juga terpasang di Pantai Popoh, yang bersebelahan dengan Pantai Sidem. Ke depan, Dedi akan mengajukan dua permohonan EWS model terbaru ke Provinsi. Satu akan dipasang di Pantai Bayem untuk mengganti EWS yang rusak, dan satu lagi di Pantai Sine.

“Rencananya Sine akan kami pasang lagi, karena di sana ada permukiman,” pungkas Dedi.

 

Topik
Early Warning System alat peringatan tsunami BPBD Tulungagung Pantai Tulungagung

Berita Lainnya