Gaet Konsumen Milenial, Batik Jumroto Kembangkan Motif Lokal | Kediri TIMES
UMKM Kota Kediri Bangkit

Gaet Konsumen Milenial, Batik Jumroto Kembangkan Motif Lokal

Dec 21, 2020 19:17
Aria Ulfa mulai mulai merasakan asyiknya menyanting di atas lembar kain. Berbagai macam motif sudah diciptakannya berkat hobi menggambarnya. (Foto: Bams Setioko/JatimTIMES)
Aria Ulfa mulai mulai merasakan asyiknya menyanting di atas lembar kain. Berbagai macam motif sudah diciptakannya berkat hobi menggambarnya. (Foto: Bams Setioko/JatimTIMES)

Membatik menjadi aktivitas yang lazim dilakukan perempuan Jawa. Konon, hampir semua perempuan kala itu bisa membatik. Setali tiga uang, mereka juga mahir memegang canting  yang digunakan pembatik untuk melukis motif batik di kain.

Seperti halnya yang dilakukan Aria Ulfa. Berawal dari ikut pelatihan membatik bersama para ibu-ibu PKK di perumahan Dermo sejak 2014 silam. Aria Ulfa mulai mulai merasakan asyiknya menyanting di atas lembar kain. Berbagai macam motif sudah diciptakannya berkat hobi menggambarnya.

Baca Juga : Dikerjakan Ibu-Ibu Rumah Tangga, Ismoyo Batik Lumajang Menembus Pasar hingga Medan 

 

Selama enam tahun terakhir bersama para ibu-ibu PKK  perumahan Dermo, kegiatan membatik dilakukan secara kolektif. Mulai dari diskusi motif, promosi, penjaringan pesanan, hingga proses produksi. Setiap ada ide motif baru batik, Ulfa selalu berdiskusi dengan perajin satu kelompok agar didapatkan motif yang semakin menarik. Selain itu bersama kelompoknya sengaja mengembangkan motif lokal untuk menggaet konsumen milenial.

Begitu pula saat mendapatkan pesanan. Biasanya orderan masuk dari instansi dan dalam jumlah cukup banyak. Makanya pengerjaannya pun dibagi ke seluruh anggota kelompok yang mau dan sedang ada waktu membuat. Hasilnya dibagi rata sesuai dengan jumlah kain yang disetorkan ke kelompok.

“Sejak dapat pesanan, kita tentukan dulu motifnya hingga warna yang digunakan. Setelah itu dikerjakan di rumah masing-masing karena perbedaan kesibukan. Hasilnya diberikan lagi ke kelompok," ungkap perempuan 42 tahun ini.

Ada pengalaman menarik saat awal-awal belajar membatik. Saat itu Ulfa bersama Kelompok Batik Dermo sudah membuka galeri yang isinya batik-batik buatan ibu-ibu. Karena masih pemula, sesekali hasil batiknya tidak selalu bagus. Meski demikian kain tersebut tetap dipajang di galeri.

“Ternyata beberapa kain batik yang dianggap tidak sempurna justru laku” cerita Ulfa.

Ulfa bercerita, pernah kedatangan pengunjung asal Tiongkok. Pria tersebut ternyata kepincut motif kuda lumping dengan pewarnaan alam dan kain ecoprint. Warnanya cenderung pudar dan sebenarnya tidak menarik.

“Kami sempat heran. Tanya ke pendampingnya, kenapa kok dibeli? Katanya batiknya unik. Kalau disuruh bikin lagi pasti tidak bisa,” jelas ibu dua anak ini.

Meski aktivitas usaha kelompok Batik Dermo cukup solid dan berjalan baik, para anggota kelompok disarankan membuat merek untuk usaha pribadi masing-masing. Makanya Ulfa pun memutuskan untuk menggunakan merek Jumroto Batik. 

Baca Juga : Bangga Jaga Indonesia, SOFTIES Hadirkan Masker Bermotif Batik 

 

Nama tersebut diambil dari nama panggilannya saat di kantor tempatnya bekerja.

“Saat kerja, kelompok surveyor asal Mojoroto sering dipanggil “Jum”. Saya coba gunakan itu sebagai merek saya karena unik,” ungkap ibu dua anak ini.

Karena kesibukan di luar membatik, saat ini Ulfa belum benar-benar fokus mengembangkan usaha Jumroto Batik-nya. Sejauh ini dia masih aktif membatik namun untuk memenuhi pesanan yang masuk ke kelompok Dermo Batik.

“Biasanya pesanan yang masuk ke Jumroto dari perorangan jadi sejauh ini produksi belum banyak,” pungkasnya.

Untuk lebih mengenal dan yang tertarik dengan berbagai produk batik Jumroto Batik yang berlokasi di Perum Griya Intan Permai Blok I/22, Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, bisa mengakses Instagram @jumroto_batik, @ariaulfa. Atau menghubungi via handphone di nomor 082231119609 (Adv/Disperindag Kota Kediri).

 

Topik
Perajin Batik batik jumroto UMKM Kota Kediri

Berita Lainnya