Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kota Kediri Angkatan VI Tahun 2020 telah dilaksanakan selama delapan bulan, terhitung mulai 3 Maret hingga 20 November 2020 (Foto: Ist)
Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kota Kediri Angkatan VI Tahun 2020 telah dilaksanakan selama delapan bulan, terhitung mulai 3 Maret hingga 20 November 2020 (Foto: Ist)

Untuk membentuk kompetensi kepemimpinan operasional pada pejabat struktural eselon III yang berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan di instansi masing-masing, Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri mengadakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kota Kediri Angkatan VI Tahun 2020.

Kegiatan PKA tersebut diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Di mana masing- masing peserta membuat suatu proyek perubahan yang diharapkan dapat diimplementasikan agar bisa meningkatkan kinerja OPD sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat di Kota Kediri.

Baca Juga : Kota Kediri Terima Penghargaan Jatim Bejo, Wali Kota Berharap UMKM semakin Go Digital

Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kota Kediri Angkatan VI Tahun 2020 telah dilaksanakan selama delapan bulan, terhitung mulai 3 Maret hingga 20 November 2020. Dan pada hari ini Jumat (20/11) ditutup secara resmi oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Commad Center yang dilaksanakan secara virtual.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan PKA ini merupakan yang terakhir dari seluruh pemerintah kota/kabupaten yang ada di Jawa Timur dan berharap di situasi pandemi covid-19 saat ini para ASN di Jawa Timur dapat terus beradaptasi dan bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“ASN ini di tengah pandemi covid-19, mereka berjuang selain untuk meningkatkan kompetensi sebagai ASN, mereka juga harus melaksanakan pekerjaan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini suatu tantangan yang luar biasa namun kami melihat seluruh ASN yang ada di Jawa Timur ini sangat kolaboratif, sangat sinergi, sangat adaptif sekali dalam rangka bagaimana tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Di Kota Kediri sangat luar biasa ASN-nya, kami melihat potensi mereka saat melaksanakan kegiatan PKA ini sampai dengan selesai sangat sungguh luar biasa. Di tengah pandemi ini kita butuh langkah yang ekstra normal artinya kecepatan, ketangkasan, inovasi kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat penting yang kita lakukan saat ini. Proyek perubahan yang sudah dilaksanakan tidak hanya di atas kertas, tapi harus diimplementasikan,” tutur Aries.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan selamat kepada para peserta yang sudah melakukan pelatihan dan menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan PKA. Wali Kota Kediri menilai, kegiatan tersebut sangat penting guna peningkatan kapasitas dan merupakan hal yang sangat baik bagi Pemerintah Kota Kediri mengingat saat ini ada tuntutan zaman yang tidak bisa ditunda terkait percepatan dalam segala hal terlebih dalam hal pelayanan.

“Saya melihat tidak hanya di pemerintah saja, namun juga di bidang jasa swasta. Mereka sangat cepat sekali berubah. Oleh karena itu saya mendukung acara ini karena kita dituntut untuk adaptif. Saya sudah kurang lebih sebelas tahun di pemerintahan ini, saya melihat sebenarnya kita tinggal merubah sedikit. Memang kita mesti mengubah habit dari para ASN itu tapi sekarang saya lihat perubahan itu sudah mulai nyata dan berdampak sangat positif sekali. Dan menurut saya yang paling penting saat ini bagi para ASN adalah perubahan mindset dan ini sudah mulai berubah. Memang basicnya kita adalah pelayanan. Bagaimana memberikan pelayanan yang optimum,” jelas Wali Kota Kediri.

Selanjutnya, Wali Kota Kediri berpesan kepada semua peserta agar mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki dan berharap proyek perubahan yang sudah dibuat bisa diaplikasikan.

“Saya ingin berpesan kepada para peserta kita mesti berani berpendapat. Tapi karena kita ini teamwork berpendapatnya itu dalam skala brainstorming dulu. Sehingga ini nanti akan menjadi terobosan yang bagus," tersngnya.

"Berikutnya adalah kompetensi managerial yang sering kali dikesampingkan padahal ini sangat penting dalam mengelola organisasi. Kemudian yang sangat sulit sekali adalah merangkul semua kepentingan. Khusus untuk bidang pelayanan saya berharap kita sama-sama memiliki persepsi yang sama bagaimana kita memberikan pelayanan publik terbaik,” tandasnya.

Untuk diketahui dari sambutan Kepala BKPPD Kota Kediri Un Achmad Nurdin, penilaian peserta dilakukan langsung oleh Tim Widyaiswara dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Dan sebanyak 30 peserta dinyatakan lulus 100 persen. Dengan kualifikasi nilai sangat memuaskan sebanyak 25 peserta dan nilai memuaskan sebanyak 5 peserta. Dari klasifikasi nilai tersebut, terpilih lima orang peserta terbaik yaitu :

1. Sugeng Wahyu Purba Kelana dari Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)

2. Herwin Zakiyah dari Dinas Komunikasi dan Informatika

Baca Juga : Ini yang Dirasakan Para Peserta, setelah Mengikuti Conselling Career for Job Seeker di Kediri

3. Moh. Ayub dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga

4. Tetuko Erwin Sukarno dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang)

5. Bambang Tri Lasmono dari Dinas Perhubungan