Media Officer Persik Kediri Anwar Bhahar Bassalah saat memberikan keterangan. (eko arif s/Jatimtimes)
Media Officer Persik Kediri Anwar Bhahar Bassalah saat memberikan keterangan. (eko arif s/Jatimtimes)

Manajemen Persik Kediri masih belum memutuskan untuk menindaklanjuti SK (surat keputusan) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang telah diturunkan pada 16 November 2020.

Dalam SK tersebut terdapat sejumlah poin penting yang dituangkan PSSI selaku induk sepak bola tanah air dalam kelangsungan manajemen kompetisi yang kembali mengalami penundaan. Di antaranya menyangkut soal gaji pemain, pelatih, hingga ofisial.

Baca Juga : Kompetisi Libur, Gelandang Persik Jaga Kondisi Fisik dan Sentuhan Bola

Berdasarkan keputusan PSSI tertuang dalam SKEP/69/XI/2020 ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan itu, pada masa penundaan kompetisi, ll periode Oktober-Desember 2020, klub Liga 1 dan 2 dibolehkan membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial maksimal 25 persen dari kontrak awal.

Gaji akan kembali menjadi 50 persen untuk klub Liga 1 dan 60 persen untuk Liga 2 jika lanjutan kompetisi kembali berjalan efektif. "Manajemen masih belum mengambil keputusan untuk itu. Yang jelas, kami masih akan bicarakan soal gaji ini dengan pemain, pelatih dan juga ofisial terlebih dahulu," kata Anwar Bahar Basalamah, media officer Persik, Kamis 19 November 2020.

Menurut Basalamah, manajemen Persik sudah memenuhi gaji pemain dan terakhir pembayaran gaji Oktober 2020 kemarin. "Oktober tersebut kami sifatnya masih melakukan pembayaran sesuai dengan SK lama,  yakni sebesar 50 persen dari nominal kontrak awal," ungkapnya.

Lebih lanjut, Basalamah mengaku, pembicaraan terkait SK terbaru yang diturun oleh PSSI itu akan dilakukam bersama pemain, pelatih, dan ofisial Persik pada minggu ini.

"Mungkin minggu ini kami akan bahas melalui virtual. Bagaimana keputusannya, nanti akan kami berikan kabar selanjutnya," terangnya.

Sementara itu, Bayu Otto, salah satu pemain Persik, mengaku dirinya tak mau ambil pusing dengan perubahan SK, khususnya yang membahas gaji.

Baca Juga : Aremania Minta 'Satu' Arema, Wali Kota Malang dan Ketua DPRD Kota Malang Ambil Sikap

Ia pun mengaku bersyukur, karena di masa libur kompetisi dan latihan ini, dirinya masih mendapatkan gaji. "Intinya saya pribadi mensyukuri dengan nominal gaji yang telah diputuskan tersebut. Meski terbilang sedikit, mau bagaimana lagi. Kondisi juga masih pandemi," ujarnya.

"Saya hanya bisa berharap agar kondisi tanah air dapat kembali normal dan kompetisi juga dapat segera digelar," imbuhnya.