Tekan Kasus HIV di Kota Kediri, Kader Warga Peduli Aids Digembleng | Kediri TIMES

Tekan Kasus HIV di Kota Kediri, Kader Warga Peduli Aids Digembleng

Nov 17, 2020 20:16
Kegiatan ini peningkatan kapasitas dan kualitas terhadap kader HIV , diharapkan dapat mendukung program dari Kemenkes dalam pencanangan 3 Zero sebagai upaya menekan kasus HIV dan AIDS di Kota Kediri. (Foto: Bams Setioko/JatimTIMES)
Kegiatan ini peningkatan kapasitas dan kualitas terhadap kader HIV , diharapkan dapat mendukung program dari Kemenkes dalam pencanangan 3 Zero sebagai upaya menekan kasus HIV dan AIDS di Kota Kediri. (Foto: Bams Setioko/JatimTIMES)

Sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas Kinerja Kader WPA, Kecamatan Kota Kediri Gelar Pembekalan. Kegiatan peningkatan kapasitas dan kualitas terhadap kader HIV  tingkat Kecamatan Kota Kediri Jawa Timur, diharapkan dapat mendukung program dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dalam pencanangan 3 Zero sebagai upaya menekan kasus HIV dan AIDS di Kota Kediri.

"Sesuai target Kemenkes kita mendukung pencanangan 3 Zero, yaitu Zero New Infection atau tidak ada infeksi baru HIV AIDS, Zero AIDS Related Deaths atau tidak ada kematian akibat AIDS dan Zero Discrimination atau tidak ada stigma dan diskriminasi kepada penderita HIV-AIDS," kata Hendik Suprianto, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri, selaku pemateri dalam kegiatan bertajuk 'Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Kader WPA' yang berlangsung di Kantor Kecamatan Kota Kediri, Selasa 17 November 2020.

Baca Juga : Disnakan Gencarkan Pendataan, Jumlah Nelayan di Kabupaten Blitar Terus Meningkat

Masih kata Hendik, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, dirinya menginstruksikan kepada kader HIV atau biasa disebut dengan Warga Peduli Aids (WPA), agar senantiasa tetap bisa menjalankan perannya di tengah pandemi untuk mensosialisasikan tentang HIV-AIDS terhadap masyarakat. Meski sekalipun tindakan itu sangat terbatas lantaran tak bisa mengumpulkan orang yang disinyalir akan mendatang kerumunan.

Hendik menyebut, sosialisasi tidak hanya dilakukan dengan tatap muka saja. Melainkan bisa dilakukan dengan cara memanfaat media sosial (Medsos).

"Jadi sosialisasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Contohnya dengan memberikan pesan singkat tentang bahaya dan pencegahan tertularnya HIV AIDS melalui sejumlah aplikasi medsos, baik menggunakan facebook, WhatsApp, maupun instagram. Selain itu sosialisasi juga bisa dilakukan dengan cara penyebaran pamflet," ungkapnya.

Sementara itu, Dimas Primanda selaku Kasi Ekbang dan Kesra Kecamatan Kota Kediri mengatakan, agenda ini merupakan kepedulian Kecamatan Kota Kediri terhadap teman-teman kader WPA dalam memfasilitasi mereka sebagai upaya peningkatan kualitas serta kapasitas peran WPA di tengah masyarakat.

Menurut Dimas, melalui pembekalan ini yang menghadirkan perwakilan  dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, diharapkan para kader WPA semakin cakap dalam menjalankan kinerjanya sebagai salah satu kader atau garda depan kesehatan disektor wilayah.

Baca Juga : Bahas APBD 2021, Dewan Minta Gaji GTT dan PTT Setara UMK

"Apalagi, saat ini kondisi Tanah Air tengah dilanda pandemi Covid-19. Tentu saja, pembekalan dinilai penting agar para kader WPA ini tahu untuk menjalankan tugasnya di tengah situasi pandemi," sebut dia.

Diketahui, dalam acara ini dihadiri oleh kader WPA dari masing-masing Kelurahan yang ada Kecamatan Kota Kediri, serta menghadirkan dua pemateri dari Dinas Kesehatan Kota Kediri dan perwakilan dari Komisi Pengendalian Aids Daerah (KPAD) Kota Kediri.

Topik
Berita Kediri dinas kesehatan kediri

Berita Lainnya